Pustaka Keliling Pemprovsu Hadir di MIN 1 Medan, Dorong Semangat Literasi dan Generasi Berilmu

Medan (Humas) — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Medan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan budaya literasi di lingkungan madrasah. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui kegiatan literasi bersama Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Utara yang menghadirkan layanan pustaka keliling bagi para siswa MIN 1 Kota Medan. Kamis (24/9/2026)

Kehadiran pustaka keliling tersebut mendapat antusiasme dari para siswa. Beragam koleksi bacaan yang tersedia memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih bahan bacaan sesuai dengan minat dan tingkat pemahaman mereka. Tidak hanya buku cerita, komik, dan legenda, para siswa juga diperkenalkan dengan berbagai buku pengetahuan dan ilmiah yang dapat melatih kemampuan membaca, memahami informasi, serta mengembangkan pola pikir.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah dalam membangun kebiasaan membaca sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap berbagai pengetahuan. Dukungan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Utara melalui layanan pustaka keliling diharapkan dapat memberikan pengalaman literasi yang lebih beragam dan menyenangkan bagi peserta didik.

Plt. Kepala MIN 1 Kota Medan, Ali Sanusi Rambe, M.Pd., menyampaikan bahwa pendidik memiliki peran penting dalam memberikan arahan, motivasi, dan teladan kepada siswa agar semakin bersemangat dalam belajar. Menurutnya, budaya literasi perlu terus dibangun melalui kegiatan yang dekat dengan keseharian anak dan mampu mendorong mereka untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari proses belajar.

“Tugas kita sebagai pendidik adalah memberikan arahan dan motivasi agar anak-anak lebih giat lagi dalam belajar. Kita juga harus memberikan semangat dan teladan yang baik sehingga dapat mereka contoh dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ali Sanusi Rambe.

Sementara itu, Petugas Pustaka Keliling, Joni Ritonga, S.E., mengungkapkan rasa syukur atas sambutan dan dukungan yang diberikan pihak madrasah, khususnya kepala madrasah dan para guru. Menurutnya, kolaborasi antara perpustakaan dan madrasah menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas akses bacaan sekaligus meningkatkan minat baca peserta didik.

“Kami bersyukur mendapat perhatian dan dukungan dari Kepala Madrasah serta rekan-rekan guru. Dengan kolaborasi seperti ini, mudah-mudahan dapat mendongkrak budaya literasi anak-anak, khususnya di Kota Medan,” ungkap Joni.

Ia menambahkan, kegiatan literasi di madrasah tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga diharapkan menjadi bagian dari proses pembentukan generasi muda yang memiliki pengetahuan dan nilai-nilai keimanan. Pembiasaan membaca dan belajar sejak usia madrasah dinilai dapat menjadi bekal bagi siswa untuk terus mengembangkan potensi diri di masa mendatang.

“Harapannya, melalui kegiatan dan motivasi seperti ini akan lahir generasi muda Islam yang siap berkontribusi dan memimpin Indonesia di masa yang akan datang, dengan ilmu dan iman yang baik yang telah ditanamkan sejak di madrasah,” tambahnya.

Kepala Perpustakaan MIN 1 Kota Medan, Nurkhairani Nasution, S.Sos., menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran pustaka keliling yang dinilai memberikan warna tersendiri dalam kegiatan literasi di madrasah. Menurutnya, kehadiran petugas dan koleksi buku yang dibawa secara langsung ke madrasah mampu memberikan alternatif bacaan sekaligus meningkatkan ketertarikan siswa terhadap aktivitas membaca.

“Bapak Joni Ritonga merupakan rekan dari Pustaka Keliling yang banyak memberikan warna kepada seluruh siswa dalam meningkatkan minat baca mereka. Kami berharap jadwal kunjungan ke madrasah, khususnya MIN 1 Kota Medan, dapat ditambah, tidak hanya satu kali dalam sebulan, tetapi minimal dua kali, sehingga dampaknya dapat lebih dirasakan oleh seluruh siswa,” ungkap Nurkhairani.

Melalui kegiatan tersebut, MIN 1 Kota Medan berharap kerja sama dengan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Utara dapat terus berlanjut dan dikembangkan. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan madrasah yang semakin kaya akan aktivitas literasi serta mendorong siswa untuk menjadikan buku dan kegiatan membaca sebagai bagian penting dalam proses belajar.

Dengan dukungan madrasah, guru, perpustakaan, dan berbagai pihak terkait, budaya literasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan membaca semata, tetapi berkembang menjadi kebiasaan belajar yang membentuk siswa menjadi generasi yang memiliki wawasan luas, kemampuan berpikir, serta bekal ilmu dan karakter yang kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *