Sambut Ramadan, PAI Medan Amplas Tekankan Umat Islam Semarakkan Amal Ibadah

Medan (Humas) — Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Medan Amplas, Harun Arrasid, menyampaikan tausiah keagamaan dalam kegiatan Majelis Taklim Al-Hidayah di Jalan Saudara, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Ahad (8/2/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Isra’ Mi’raj Momentum Menghidupkan Ibadah Malam Ramadan” tersebut dirangkaikan dengan penyantunan anak yatim dan berlangsung dengan penuh khidmat, diikuti oleh jamaah Majelis Taklim Al-Hidayah.

Dalam tausiahnya, Harun Arrasid menegaskan tiga pesan utama yang menjadi inti peringatan Isra’ Mi’raj. Pertama, pentingnya menjaga salat sebagai mi’rajnya orang-orang beriman. Ia menekankan bahwa salat merupakan tiang agama sekaligus sarana utama seorang Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Salat adalah ibadah yang langsung diperintahkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW pada peristiwa Isra’ Mi’raj. Karena itu, menjaga dan meningkatkan kualitas salat menjadi kunci dalam memperkuat keimanan, terlebih menjelang Ramadan,” ujarnya.

Kedua, ia mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga ukhuwah Islamiyah. Menurutnya, persatuan dan kebersamaan umat merupakan kekuatan besar dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis dan penuh keberkahan.

Ketiga, Harun mengingatkan pentingnya menyeimbangkan semangat ibadah dengan kepedulian sosial. Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap kaum dhuafa, anak yatim, dan fakir miskin merupakan bagian tak terpisahkan dari nilai-nilai keimanan dan semangat Ramadan.

“Kepedulian sosial adalah wujud nyata dari keimanan. Ramadan harus menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, H.M. Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., menyampaikan bahwa setiap Penyuluh Agama Islam di wilayah Medan Amplas memiliki majelis taklim binaan sebagai wadah pembinaan dan pendampingan umat.

Menurutnya, para penyuluh secara aktif memberikan konsultasi serta pendampingan dalam berbagai persoalan kehidupan, baik keagamaan maupun rumah tangga, sehingga solusi dapat ditemukan secara bijak dan tepat.

“Majelis taklim menjadi media konsultasi keagamaan dan rumah tangga, sehingga ketahanan keluarga dapat kuat dan kokoh,” ujar Lukman.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat Isra’ Mi’raj dapat menjadi penguat dalam menyambut Ramadan dengan memperbanyak amal ibadah serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *