Medan (Humas) – Momentum Syawal 1447 H menjadi titik balik penguatan spiritualitas bagi jemaah di wilayah Medan Amplas. Penyuluh Agama Islam (PAI) fungsional Medan Amplas, Dr. H. Syarto, Lc, MA, secara resmi membuka kembali pengajian rutin Majelis Taklim Raudhatul Jannah pasca-Ramadan yang dirangkaikan dengan kegiatan Halalbihalal, Senin (6/4/2026).
Bertempat di kediaman Hj. Doriomas Harahap, Jalan Pembangunan Baru No. 30, Kelurahan Harjosari II, pertemuan perdana ini menjadi ruang silaturahmi yang hangat. Para jemaah saling bermaaf-maafan dalam suasana kekeluargaan yang kental, menandai dimulainya kembali aktivitas dakwah di lingkungan tersebut.
Dalam tausiahnya, Dr. H. Syarto menekankan pentingnya menjaga tradisi Halalbihalal sebagai kearifan lokal yang sarat nilai spiritual. Beliau membedah makna filosofis “Lebaran” yang berakar dari budaya nusantara namun sarat makna islami.
“Tradisi Lebaran harus kita jaga dan lestarikan karena di dalamnya terdapat nilai silaturahmi yang kuat. Ada tiga filosofi penting yang harus kita resapi: ‘Wes Bar’ yang berarti telah selesai menunaikan kewajiban puasa; ‘Lebar’ yang bermakna kelapangan hati untuk saling memaafkan; serta ‘Lebur’ yang mengandung harapan agar dosa-dosa kita terkikis habis dan kembali fitrah,” urai Dr. Syarto.
Beliau menambahkan bahwa tradisi ini bukan sekadar budaya tahunan, melainkan instrumen penting dalam memperkuat ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama Muslim) dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia).
Kehadiran hampir seluruh anggota Majelis Taklim Raudhatul Jannah menunjukkan antusiasme yang tinggi. Selain sebagai ajang spiritual, kegiatan ini menjadi sarana penguatan nilai-nilai sosial di tengah masyarakat perkotaan.
“Kegiatan ini adalah energi baru. Kami berharap nilai-nilai kedisiplinan dan kesalehan selama Ramadan dapat berlanjut dalam kehidupan sehari-hari melalui pengajian rutin ini,” tambahnya.

