Sukseskan Asta Cita, Penyuluh Agama Kristen Medan Amplas Laksanakan Bimroh ASN Kecamatan

Medan (Humas) — Dalam rangka mendukung implementasi Asta Cita Kabinet Prabowo–Gibran, Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Medan Amplas melaksanakan kegiatan Bimbingan Rohani (BIMROH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kecamatan tersebut. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Camat Medan Amplas, Jumat (13/02/2026).

Bimbingan rohani ini diikuti oleh aparatur Kantor Camat, para lurah, kepala lingkungan, serta pegawai kelurahan se-Kecamatan Medan Amplas. Kegiatan mengusung tema “Jangan Tawar Hati” berdasarkan nas Alkitab Surat Paulus yang Kedua kepada Jemaat di Korintus 4:16–18, dengan tujuan memberikan penguatan spiritual agar para aparatur tetap semangat dalam menjalankan tugas dan senantiasa mengandalkan Tuhan di tengah tantangan pekerjaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Penyuluh Agama Kristen (PAK) Medan Amplas, yakni Hernawati Ginting, S.Th., Daminta Berutu, S.Th., Promosi Zebua, S.STh., dan Otomosi Zebua, S.Th.

Dalam pesan rohaninya, Promosi Zebua, S.Th., menyampaikan bahwa 2 Korintus 4:16–18 mengandung pesan moral dan spiritual yang mendalam tentang etos kerja, keteguhan hati, serta perspektif hidup kekal. Menurutnya, ayat tersebut mengajarkan agar setiap individu tidak mudah “tawar hati” atau putus asa dalam pekerjaan dan pelayanan, meskipun menghadapi tekanan fisik maupun mental.

“Dalam dunia kerja, tantangan, kegagalan, dan kelelahan adalah hal yang wajar. Jangan putus asa atau menyerah saat pekerjaan terasa berat. Hati yang tertuju kepada Tuhan memberikan ketahanan atau resiliensi di tengah tekanan kerja,” ujar Promosi.

Usai kegiatan, Promosi Zebua juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, H. M. Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., yang menginisiasi program bimbingan rohani bagi aparatur kecamatan.

“Kami bangga dengan kinerja KUA Medan Amplas. Sepengetahuan kami, program keagamaan bagi aparatur Kecamatan Medan Amplas baru kali ini dilaksanakan sebagai wujud implementasi toleransi dan kerukunan umat beragama di wilayah ini,” tambahnya.

Sementara itu, di ruang kerjanya, Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. M. Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., menjelaskan bahwa program penyuluhan agama bagi aparatur kecamatan menyasar seluruh agama, baik Islam maupun Kristen. Hal tersebut juga telah disampaikan kepada Camat Medan Amplas dan mendapat dukungan penuh.

Menurut Lukman, program ini merupakan implementasi poin kedelapan Asta Cita Kabinet Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, yakni memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat adil dan makmur.

“Untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur, kita harus hidup toleran, harmonis, serta memiliki kekuatan spiritual sehingga kinerja kita sebagai aparatur negara tetap berintegritas dan profesional tanpa primordialisme,” ujar Lukman mengakhiri pernyataannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *