Sukseskan Program Ekoteologi ‘Green Dharma’, Penyelenggara Hindu Medan Laksanakan Aksi Peduli Lingkungan di Kuil Shri Mariamman Bekala

Medan (Humas) – Menindaklanjuti imbauan Direktur Urusan Agama Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia terkait pelaporan program Ekoteologi (Green Dharma) dalam rangka merayakan Hari Raya Tumpek Uduh (Tumpek Pengatag), jajaran bimbingan masyarakat Hindu bergerak cepat melakukan aksi nyata di lapangan.

Pada hari Minggu (24/5/2026), Plt. Penyelenggara Hindu Kota Medan beserta staf melaksanakan kegiatan pelestarian alam berbasis kearifan lokal yang bertempat di Kuil Shri Mariamman Bekala, Kecamatan Medan Tuntungan.

Kegiatan ini berfokus pada aksi penanaman dan perawatan tanaman di lingkungan tempat suci. Implementasi Green Dharma atau Ekoteologi ini menjadi wujud nyata dari komitmen umat Hindu, khususnya di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kota Medan, untuk terus menjaga keselarasan dan kelestarian alam semesta sesuai dengan ajaran luhur agama.

Plt. Penyelenggara Hindu Kota Medan, Karma Perangin Angin, menyampaikan bahwa aksi ini bukan sekadar pemenuhan instruksi pendataan materiil, melainkan sebuah tanggung jawab moral dan spiritual. Momentum Tumpek Uduh yang jatuh pada Sabtu (23/5/2026) lalu, menjadi pengingat bagi seluruh umat untuk senantiasa merawat tumbuhan dan lingkungan sekitar sebagai sumber kehidupan. Pemilihan Kuil Shri Mariamman Bekala di Kecamatan Medan Tuntungan juga dinilai strategis untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penghijauan di area tempat ibadah.

“Kegiatan Green Dharma ini merupakan implementasi nyata ajaran Hindu tentang keharmonisan hubungan manusia dengan alam. Melalui aksi sederhana seperti menanam dan merawat tanaman, kita diajak untuk meningkatkan kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari dharma dan bentuk bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujar Karma Perangin Angin.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak masyarakat serta umat Hindu di Kota Medan. “Kami ingin semangat Ekoteologi ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi budaya hidup yang diwariskan kepada generasi mendatang demi kelestarian bumi,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *