Medan (Humas) — Kepala KUA Kecamatan Medan Marelan, H. Ramlan, S.Ag., MA., memberikan tausiyah perdana pada Pengajian Akbar Majelis Taklim Nur Islami di Aula Kantor Camat Medan Marelan, Jalan Kapten Rahmad Buddin No. 190, Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 jamaah dan menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan pemahaman keagamaan bagi masyarakat.
Kegiatan turut dihadiri Camat Medan Marelan Dr. Zulkifli S. Pulungan, S.STP., M.AP., bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Medan Marelan yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan. Hadir pula Ketua Majelis Taklim se-Kecamatan Medan Marelan, Ketua Majelis Taklim Nur Islami, ketua panitia, serta jajaran Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Marelan.
Koordinator Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Marelan, Hj. Nunung Ismayanti, MA., hadir bersama H. Muhammad Rusli Nst., S.Ag., S.Pd.I., H. Husein Ali, LC., Imam Ilham, S.Sos., S.Pd., dan Ahmadi, S.H.I. Kehadiran jajaran penyuluh tersebut menjadi bagian dari dukungan KUA dalam mendampingi kegiatan keagamaan masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi dan pembinaan umat di wilayah Kecamatan Medan Marelan.

Dalam tausiyahnya, H. Ramlan mengajak para ibu anggota majelis taklim untuk tidak berhenti pada kegiatan pengajian sebagai sarana menambah ilmu, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi jamaah dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Menurutnya, ilmu dan nilai-nilai agama yang diperoleh dalam majelis taklim sebaiknya diwujudkan melalui sikap, kepedulian, dan perbuatan yang memberikan dampak positif bagi orang lain.
“Jadilah seperti lebah, hewan yang disiplin terhadap pemanfaatan waktu, menghasilkan madu yang manis dan menjadi obat bagi manusia. Sejalan dengan pesan Rasulullah SAW, khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah manusia yang memberikan manfaat bagi manusia lainnya,” ujar H. Ramlan, mengutip hadis riwayat Ahmad.
Ia menjelaskan bahwa perumpamaan lebah mengandung pelajaran mengenai kedisiplinan, produktivitas, serta kemampuan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Jamaah majelis taklim diharapkan dapat membawa nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui keluarga, lingkungan tempat tinggal, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
Selain mengajak jamaah menjadi pribadi yang bermanfaat, H. Ramlan juga mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari rutinitas kehidupan. Ia mengajak jamaah untuk menyediakan waktu khusus setiap hari untuk membaca Al-Qur’an dan tidak menunggu sampai memiliki waktu luang.
“Jangan menunggu waktu sempat baru membaca Al-Qur’an. Justru kita harus menyempatkan waktu untuk membaca Al-Qur’an karena Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup bagi kita,” pesannya kepada jamaah.
Menurutnya, konsistensi dalam membaca Al-Qur’an tidak harus selalu dimulai dengan waktu yang panjang, tetapi dapat dibangun melalui kebiasaan yang dilakukan secara rutin. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari keseharian, jamaah diharapkan semakin dekat dengan nilai-nilai yang menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan.
Pengajian Akbar Majelis Taklim Nur Islami tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara KUA Kecamatan Medan Marelan, pemerintah kecamatan, majelis taklim, penyuluh agama, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus berkembang sehingga kegiatan pembinaan keagamaan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas dan memberikan manfaat yang nyata.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan ditutup dengan pembacaan doa yang kemudian dilanjutkan dengan foto bersama. Kehadiran sekitar 300 jamaah menunjukkan antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius dan saling memberikan manfaat.

