PAI Medan Baru Sampaikan “Doa, Ikhtiar, dan Tawakkal” sebagai Kunci Meraih Keberkahan

Pada malam kelima Ramadan 1447 H, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Baru, Damri Tambunan, kembali melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) kepada masyarakat. Kegiatan tersebut digelar sebelum melaksanakan sholat tarawih di Masjid Al-Basyir Ar-Rusmi yang berlokasi di Jalan Kapten Muslim Gang Solo, Medan, Ahad (23/02/2026), dan dihadiri oleh jamaah yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, serta para remaja masjid.

Dalam suasana Ramadan yang penuh keberkahan, Damri mengangkat tema besar “Doa, Ikhtiar, dan Tawakkal” sebagai fondasi utama dalam meraih cita-cita dan harapan hidup. Ia menekankan bahwa tiga hal tersebut tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan seorang Muslim.

Dalam pemaparannya, Damri menjelaskan bahwa doa adalah bentuk penghambaan dan pengakuan seorang hamba atas kelemahan dirinya di hadapan Allah SWT. Doa bukan sekadar permintaan, melainkan bukti keyakinan bahwa hanya Allah yang Maha Kuasa mengabulkan segala sesuatu.

Beliau juga menekankan pentingnya memanfaatkan waktu-waktu mustajab di bulan Ramadan, seperti sepertiga malam terakhir, saat berbuka puasa, dan di antara azan dan iqamah.

Setelah doa, Damri menjelaskan pentingnya ikhtiar. Ia menyampaikan bahwa Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk berpangku tangan atau hanya berharap tanpa usaha. Setiap harapan harus diiringi dengan kerja nyata, perencanaan yang matang, serta kesungguhan.

Menurutnya, ikhtiar adalah bentuk tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi. Orang yang ingin sukses dalam pendidikan harus belajar dengan sungguh-sungguh. Yang ingin berhasil dalam usaha harus bekerja keras dan jujur. “Ikhtiar adalah bukti bahwa kita serius terhadap doa yang kita panjatkan,” tegasnya.

Bagian terakhir yang disampaikan adalah tentang tawakkal. Damri menekankan bahwa tawakkal bukan berarti menyerah sebelum berusaha, tetapi menyerahkan hasil akhir kepada Allah setelah maksimal dalam doa dan usaha.

Tawakkal melahirkan ketenangan jiwa. Ketika seseorang telah berdoa dan berikhtiar dengan sungguh-sungguh, maka ia tidak akan mudah putus asa jika hasilnya belum sesuai harapan. Ia yakin bahwa Allah Maha Mengetahui yang terbaik.

“Doa tanpa ikhtiar adalah lemah, ikhtiar tanpa doa adalah sombong, dan keduanya tanpa tawakkal akan melahirkan kegelisahan,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *