Di Masjid Al Mustaqiem, Penyuluh KUA Medan Sunggal Sampaikan Makna Ikhlas dalam Berkurban

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., menyampaikan khutbah Iduladha 1447 H di Masjid Al Mustaqim yang beralamat di Jalan Alfakkah Raya Nomor 134 Kota Medan, Rabu (27/5/2026). Pelaksanaan Salat Iduladha berlangsung khusyuk dan dihadiri masyarakat sekitar dengan penuh semangat kebersamaan dan kekeluargaan.

Sebelum pelaksanaan salat dimulai, Ketua BKM Masjid Al Mustaqiem, H. Wagirun, menyampaikan beberapa pengumuman kepada jamaah. Dalam laporannya, beliau menyebutkan bahwa infak Iduladha yang berhasil terkumpul mencapai Rp 4 juta. Selain itu, jumlah hewan kurban tahun ini terdiri dari 43 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Wagirun juga mengingatkan jamaah mengenai tata cara pelaksanaan Salat Iduladha yang terdiri dari dua rakaat agar ibadah berjalan dengan baik dan tertib.

Usai pelaksanaan salat, Paidi, menyampaikan khutbah dengan tema makna ikhlas dalam berkurban. Dalam khutbahnya, beliau menjelaskan bahwa ibadah kurban memiliki banyak hikmah bagi umat Islam. Hikmah pertama adalah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Menurutnya, ” Allah tidak melihat besar kecilnya hewan kurban ataupun banyaknya daging yang dibagikan, melainkan melihat keikhlasan dan ketakwaan hamba-Nya dalam menjalankan perintah Allah”, ujar Paidi

Lebih lanjut, Paidi menjelaskan bahwa hikmah kedua dari ibadah kurban adalah sebagai bentuk kepedulian sosial kepada sesama. Di balik harta yang dimiliki seseorang terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan. Melalui ibadah kurban, umat Islam diajarkan untuk berbagi kebahagiaan dan membantu masyarakat yang membutuhkan, sehingga tercipta rasa persaudaraan dan solidaritas di tengah kehidupan bermasyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Paidi juga menyampaikan bahwa hikmah ketiga dari ibadah kurban adalah sebagai wujud rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hakikat kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi bagaimana seseorang mampu memotong sifat buruk dalam dirinya seperti kesombongan, ego, sifat kikir, dan bakhil. Dengan demikian, ibadah kurban diharapkan mampu membentuk pribadi yang lebih rendah hati dan peduli terhadap sesama.

Ibadah kurban mengandung nilai spiritual dan sosial yang sangat besar. Selain menjadi bukti ketaatan kepada Allah SWT, kurban juga mengajarkan pentingnya berbagi kepada sesama dan membersihkan hati dari sifat-sifat tercela. Melalui keikhlasan dalam berkurban, umat Islam diharapkan mampu menjadi pribadi yang lebih bersyukur, peduli, dan bertakwa.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *