Medan (Humas) Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Baru, Damri Tambunan, kembali melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan 1447 H di Masjid Al-Ikhlas, Jalan Bakti Luhur, Kota Medan, Sabtu (21/02/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan malam keempat Ramadan tersebut dihadiri ratusan jemaah yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, remaja, hingga anak-anak.
Suasana masjid tampak penuh dan khidmat. Para jemaah antusias mengikuti bimbingan yang dilaksanakan sebelum salat Isya dan tarawih. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan rutin yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Baru guna meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat, khususnya pada momentum Ramadan yang penuh berkah.
Dalam penyampaiannya, Damri Tambunan menegaskan bahwa kesempatan berjumpa kembali dengan Ramadan merupakan nikmat besar yang patut disyukuri. Tidak semua orang diberikan umur panjang dan kesehatan untuk kembali menikmati bulan yang penuh ampunan, rahmat, dan pembebasan dari api neraka ini. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya memanfaatkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya.
Ia mengajak seluruh jemaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai bulan pendidikan (syahrut tarbiyah). Menurutnya, Ramadan adalah madrasah kehidupan yang mendidik umat Islam dalam berbagai aspek, baik spiritual, moral, maupun sosial.
“Ramadan mendidik kita untuk bangun di tengah malam melaksanakan sahur. Kebiasaan ini melatih kedisiplinan dan kesungguhan dalam beribadah. Bahkan, sebelum fajar menyingsing, kita sudah bangun untuk mengingat Allah,” ujarnya di hadapan jemaah.
Selain itu, Ramadan juga mendidik umat untuk menjaga dan memuliakan waktu shalat. Ia menekankan bahwa ibadah puasa tidak akan sempurna apabila tidak dibarengi dengan pelaksanaan salat lima waktu secara tepat waktu dan penuh kekhusyukan. Salat merupakan tiang agama dan menjadi ukuran utama kualitas keimanan seseorang.
Tidak hanya itu, puasa juga menjadi sarana pengendalian hawa nafsu. Ia mengingatkan bahwa hakikat puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, pandangan, dan perbuatan dari hal-hal yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa.
“Jangan sampai kita berpuasa, tetapi masih berdusta, berkata kasar, menggunjing, atau melakukan perbuatan yang tidak bermanfaat. Puasa harus melahirkan perubahan akhlak menjadi lebih baik,” tegasnya.
Ia juga mengajak jemaah untuk memperbanyak amal ibadah di bulan Ramadan, seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama, terutama kepada kaum dhuafa dan mereka yang membutuhkan.

