Medan (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA, menghadiri Safari Ramadan perdana Pemerintah Kota Medan yang digelar di Masjid Al-Munawwarah, Jalan Teladan, Kecamatan Medan Kota, Senin (23/2/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dan dihadiri unsur Forkopimda serta ratusan jamaah.
Menurut H. Impun Siregar, Safari Ramadan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat integritas dan spiritualitas dalam tata kelola pemerintahan. Ia menilai Ramadan bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga ruang refleksi untuk memperbaiki niat dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.
“Ramadan mengajarkan kejujuran, pengendalian diri, dan tanggung jawab moral. Integritas adalah fondasi utama dalam kepemimpinan dan pelayanan publik,” ujar H. Impun Siregar.

Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama harus terus diperkuat demi mewujudkan masyarakat yang religius dan harmonis. Menurutnya, pesan-pesan pembangunan yang disampaikan dalam Safari Ramadan harus berlandaskan nilai amanah dan kemaslahatan bersama.
“Setiap kebijakan dan pembangunan hendaknya berorientasi pada kemaslahatan umat, bukan kepentingan pribadi. Amanah jabatan adalah titipan yang harus dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
Sementara itu, dalam arahannya di hadapan jamaah, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara tegas mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam setiap proses pembangunan. Ia menekankan bahwa pembangunan harus berangkat dari integritas pribadi, bukan kepentingan individu.
“Pembangunan Kota Medan harus dimulai dari dalam diri dan bukan untuk memperkaya diri. Saya ingatkan seluruh jajaran, jangan ada pembangunan yang tujuannya untuk memperkaya diri,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga memaparkan perkembangan situasi keamanan di Kota Medan sebagai hasil sinergi lintas sektor. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi dengan aparat penegak hukum mulai menunjukkan hasil nyata yang dirasakan masyarakat.
“Sudah mulai terasa adanya penurunan tindakan kriminalitas, khususnya kejahatan jalanan yang menurun hingga 14%,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keamanan sebagai pondasi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga. Menurutnya, capaian yang diraih tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak.
“Banyak prestasi yang telah diraih karena kita bersama. Itulah semangat Medan Untuk Semua dan Semua Untuk Medan,” tambahnya.
Pada momen tersebut, Wali Kota juga menyampaikan harapannya terhadap peran strategis masjid di tengah masyarakat. Ia menginginkan masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat pembinaan umat.
“Masjid ini harus menjadi mercusuar kegiatan keislaman yang memiliki efek nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
H. Impun Siregar turut mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Medan terhadap penguatan fungsi masjid dan pemberdayaan umat melalui berbagai bantuan yang disalurkan, seperti hibah renovasi masjid sebesar Rp50 juta, bantuan sosial, paket Ramadan, bantuan akta pendirian koperasi masjid, 100 polybag bibit cabai, sarana olahraga dan literasi, serta santunan bagi anak-anak yatim piatu.
Selain itu, kehadiran pelayanan publik gratis di lokasi Safari Ramadan, meliputi layanan kesehatan, administrasi kependudukan, dan pengajuan izin usaha, menurutnya merupakan bentuk nyata pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kegiatan Safari Ramadan kemudian diisi dengan tausiah, salat magrib berjamaah, dan buka puasa bersama. Kebersamaan dalam suasana Ramadan ini menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Kota Medan yang religius, aman, dan berkeadilan.

