Penyuluh Agama Kemenag Medan Ajak Orang Tua Maknai Penabalan Nama sebagai Doa dan Tanggung Jawab

Medan (Humas) – Kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat tidak hanya melalui kegiatan pengajian dan pembinaan keagamaan, tetapi juga dalam mendampingi berbagai tradisi dan momen penting kehidupan masyarakat. Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, Ambri Sembiring, menghadiri dan memberikan bimbingan keagamaan pada prosesi penabalan nama yang dilaksanakan di Jalan Medan Area Selatan Gang Lorong 10, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan kekeluargaan dengan dihadiri keluarga serta masyarakat sekitar. Prosesi penabalan nama menjadi salah satu bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia yang diberikan, sekaligus momentum untuk mendoakan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

Dalam kesempatan tersebut, Ambri Sembiring menyampaikan bahwa pemberian nama yang baik merupakan bagian dari doa dan harapan orang tua kepada anaknya. Oleh karena itu, setiap orang tua dianjurkan untuk memberikan nama yang memiliki makna baik dan mengandung nilai-nilai kebaikan.

“Nama adalah doa yang akan terus melekat pada diri seorang anak. Karena itu, orang tua hendaknya memberikan nama yang baik sebagai bentuk harapan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, serta membawa keberkahan bagi keluarga dan lingkungannya,” ujar Ambri Sembiring.

Ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab orang tua tidak berhenti pada pemberian nama, tetapi harus dilanjutkan dengan pendidikan, pembinaan akhlak, dan penanaman nilai-nilai agama sejak dini.

“Anak merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dijaga dan dididik dengan penuh kasih sayang. Selain memberikan nama yang baik, orang tua juga memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai keislaman agar anak dapat tumbuh menjadi generasi yang saleh dan bermanfaat bagi sesama,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Agama Kota Medan terus berupaya menghadirkan layanan dan pembinaan keagamaan yang dekat dengan masyarakat. Kehadiran penyuluh agama diharapkan dapat memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan dalam berbagai aspek kehidupan, sekaligus mempererat hubungan antara Kementerian Agama dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *