Ka.KUA Medan Helvetia Hadiri Pembukaan Pesantren Ramadan di Lapas Kelas I Medan

Medan (Humas) – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Helvetia, H. Judri Hutagalung, S.Ag., M.Si., menghadiri pembukaan kegiatan Pesantren Ramadan yang digelar di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan bekerja sama dengan Kementerian Agama Kota Medan. Kegiatan ini berlangsung mulai 23 Februari hingga 5 Maret 2026 dan diikuti oleh warga binaan.

Kepala Lapas Kelas I Medan dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan, Prayoga Yulanda, menyampaikan harapan atas terselenggaranya kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa Pesantren Ramadan ini akan menghadirkan para fasilitator dari Kementerian Agama dan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum pembinaan rohani yang diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi warga binaan.

“Pesantren Ramadan ini akan menghadirkan fasilitator dari Kementerian Agama. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum pembinaan rohani yang diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi warga binaan. Ke depan, kami berharap kegiatan pembinaan lainnya juga dapat terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, melalui Pesantren Ramadan ini diharapkan kualitas ibadah para warga binaan semakin meningkat serta menjadikan bulan suci Ramadan sebagai sarana introspeksi dan perbaikan diri.

Sejalan dengan itu, Kepala KUA Kecamatan Medan Helvetia, Judri Hutagalung, mengapresiasi sinergi antara Lapas Kelas I Medan dan Kementerian Agama Kota Medan dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, Pesantren Ramadan merupakan wadah pembinaan karakter dan kepribadian yang sangat penting bagi warga binaan.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap akan terbina karakter dan kepribadian yang semakin baik. Selain itu, para peserta juga dapat memperluas pemahaman serta meningkatkan pengamalan ajaran Islam melalui berbagai materi pembelajaran yang diikuti,” ujarnya.

Kegiatan Pesantren Ramadan ini menghadirkan para pemateri dari Kementerian Agama Kota Medan yang dikoordinasikan oleh Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam. Materi yang diberikan meliputi pembelajaran secara teori dan praktik, seperti tata cara ibadah, penguatan akidah, ilmu tauhid, pelaksanaan fardhu kifayah terhadap jenazah, serta berbagai praktik ibadah lainnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Pesantren Ramadan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan berkelanjutan dalam membentuk pribadi yang lebih baik dan religius bagi warga binaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *