PAI Medan Marelan Sampaikan Tausyiah “Puasa Mendidik Disiplin dan Karakter” di Masjid Nurul Insan

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Medan Marelan, Hj. Nunung Ismayanti, M.A., menyampaikan tausyiah pada hari ke-8 ramadan 1447 Hijriah di Masjid Nurul Insan, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kamis pagi (26/2/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengajian rutin yang dilaksanakan setiap kamis pukul 09.00 WIB selama bulan ramadan.

Kehadiran Hj. Nunung Ismayanti disambut antusias oleh jamaah, khususnya ibu-ibu majelis taklim yang mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat. Dalam tausyiahnya yang berjudul “Puasa Mendidik Disiplin dan Karakter,” ia menekankan bahwa ibadah puasa tidak hanya bermakna menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana pembinaan diri dalam membentuk kedisiplinan dan karakter mulia.

Ia menjelaskan bahwa puasa merupakan madrasah terbaik untuk melatih kesabaran, pengendalian diri, serta menumbuhkan kesadaran spiritual yang lebih kuat dalam kehidupan sehari-hari.

“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kita untuk disiplin, menjaga perilaku, dan membentuk karakter yang lebih baik sebagai seorang muslim,” ujarnya di hadapan jamaah.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Nunung Ismayanti juga memberikan pesan khusus kepada para ibu agar memanfaatkan momentum ramadan untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak sejak dini. Ia menegaskan bahwa ibu memiliki peran penting sebagai pendidik pertama dalam keluarga.

“Bulan ramadan adalah waktu yang tepat untuk memberikan bekal agama kepada anak-anak. Mari kita biasakan mereka mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat dan bernilai ibadah,” pesannya.

Ia mengajak para orang tua untuk membimbing anak-anak dalam berbagai amalan ibadah, seperti membiasakan tadarus Al-Qur’an, melaksanakan sholat tarawih, mengerjakan ibadah sunnah, serta menumbuhkan kebiasaan bersedekah. Menurutnya, pembiasaan tersebut sangat penting dalam membentuk karakter religius, disiplin, dan kepedulian sosial sejak usia dini.

Melalui tausyiah tersebut, diharapkan ramadan 1447 Hijriah dapat menjadi momentum pembinaan spiritual tidak hanya bagi orang dewasa, tetapi juga bagi generasi muda, dimulai dari lingkungan keluarga sebagai fondasi utama pendidikan karakter.

Kegiatan pengajian di Masjid Nurul Insan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari para jamaah, serta ditutup dengan doa bersama untuk memohon keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah selama bulan ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *