Medan (Humas)– Memasuki Jumat penuh keberkahan di bulan suci Ramadan, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Medan Polonia bersinergi dengan Majelis Taklim (MT) Al Hidayah menggelar kegiatan Salat Tasbih, zikir, dan tausiah di Masjid Al-Ikhlas, Jumat pagi (27/2/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti jemaah Majelis Taklim Akbar Al Hidayah serta warga sekitar yang memadati masjid yang berada di depan Kantor Lurah Sari Rejo. Antusiasme jemaah terlihat sejak awal kegiatan hingga selesai.
Rangkaian ibadah diawali dengan pelaksanaan Salat Tasbih yang dilanjutkan dengan zikir dan doa bersama. Ibadah dipimpin oleh Ustaz Dahri Pohan, M.A. Suasana masjid tampak khusyuk dan syahdu ketika lantunan tasbih menggema, sementara saf-saf jemaah dipenuhi kaum ibu dan para pelajar yang mengikuti dengan tertib.
Dalam sambutannya, Ustaz Iqbal menekankan pentingnya memaksimalkan keutamaan bulan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri. Ia juga mengingatkan tentang tiga golongan yang merugi karena tidak memperoleh ampunan di bulan Ramadan, yakni orang yang durhaka kepada kedua orang tua, orang yang memutus tali silaturahmi, serta orang yang enggan bertobat dan tidak memanfaatkan Ramadan untuk meningkatkan ibadah.
Sinergi antara PAI Kecamatan Medan Polonia dan Pengajian Akbar MT Al Hidayah dinilai sebagai ikhtiar nyata dalam membina mental dan spiritual umat. Kolaborasi ini diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, tetapi menjadi motor penggerak masyarakat dalam meraih predikat takwa di akhir Ramadan.
Ketua MT Akbar Al Hidayah, Nurasyah, menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi masyarakat. “Pagi ini kita berkumpul untuk mengetuk pintu langit. Melalui Salat Tasbih dan ilmu yang disampaikan para ustaz, kita berharap warga Medan Polonia benar-benar menjadi golongan yang diampuni Allah di bulan yang mulia ini,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan umat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut para penyuluh Kementerian Agama Kota Medan, di antaranya Nurasiah Harahap, Wan Muhammad Fajar, dan Fauzani Masruri. Kebersamaan ini menunjukkan kekompakan para penyuluh, pengurus yayasan, dan jemaah dalam memperkuat ukhuwah Islamiah di bulan Ramadan.

