Mengendalikan Nafsu, Meraih Taqwa: Tausiyah PLO KUA Medan Sunggal di Masjid Nurus Salam

Medan (Humas) Badan Kenaziran Masjid (BKM) Masjid Nurus Salam yang beralamat di JL. Bunga Cempaka No. 53 Pasar III Padang Bulan, Kota Medan, menggelar ibadah salat tarawih malam ke-13 Ramadan yang diisi tausiyah oleh PLO KUA Medan Sunggal, Pan Suadi, M.A., Senin (2/3/2026). Turut hadir Ketua BKM Nurus Salam, Sugeng Raharjo, bersama para jamaah yang antusias mengikuti rangkaian ibadah hingga akhir.

Dalam ceramahnya, Pan Suadi menjelaskan tentang tiga macam nafsu dalam diri manusia. Pertama, nafsu amarah, yaitu dorongan yang cenderung kepada keburukan dan mengikuti hawa nafsu tanpa kendali. Kedua, nafsu lawwamah, yaitu nafsu yang menyesali perbuatan dosa dan mulai tumbuh kesadaran untuk memperbaiki diri. Ketiga, nafsu muthmainnah, yaitu jiwa yang tenang, tunduk, dan patuh kepada perintah Allah SWT.

Beliau menegaskan bahwa perjuangan terbesar manusia bukanlah melawan orang lain, melainkan melawan hawa nafsunya sendiri. “Ramadan adalah madrasah pengendalian diri. Orang yang mampu menahan lapar dan dahaga, tetapi tidak mampu menahan amarah dan syahwatnya, maka ia belum sepenuhnya meraih hikmah puasa,” ujar Pan Suadi di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, Pan Suadi menyampaikan bahwa untuk mengendalikan nafsu diperlukan tiga langkah utama, yaitu memperkuat iman, memperbanyak zikir dan tilawah Al-Qur’an, serta menjaga lingkungan pergaulan yang baik. Dengan memperbanyak ibadah, hati akan semakin peka terhadap dosa dan terdorong untuk terus memperbaiki diri menuju derajat takwa.
Ia juga mengingatkan bahwa nafsu amarah dapat berubah menjadi lawwamah ketika seseorang mau bermuhasabah, dan lawwamah akan meningkat menjadi muthmainnah jika terus dilatih dengan kesabaran dan ketaatan. Proses ini membutuhkan konsistensi dan kesungguhan, terutama di bulan Ramadan yang penuh keberkahan.

Mengakhiri tausiyahnya, Pan Suadi mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an: “Wahai jiwa yang tenang (nafsu muthmainnah), kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya.” (QS. Al-Fajr: 27–28). Ayat ini menjadi motivasi bagi setiap muslim untuk terus berjuang membersihkan jiwa dari sifat-sifat tercela.

Pengendalian nafsu adalah kunci meraih ketakwaan. Melalui ibadah puasa, salat, zikir, dan muhasabah diri, seorang muslim dapat naik dari nafsu amarah menuju nafsu muthmainnah. Ramadan menjadi momentum terbaik untuk melatih diri agar menjadi pribadi yang lebih sabar, tenang, dan dekat kepada Allah SWT.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *