Medan (Humas) – Penata Layanan Operasional (PLO) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Labuhan, Satria Maulana, S.Pd., mewakili Kepala KUA Medan Labuhan menghadiri kegiatan Safari Ramadhan 1447 H yang digelar Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor Kota Medan bersama Lentera Sumut di Masjid As Sa’adah, Lingkungan 1, Kelurahan Martubung, Kota Medan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut turut menghadirkan anggota tim Densus 88, Briptu Ahmad, yang menyampaikan tausiyah kebangsaan sekaligus mengingatkan jamaah tentang kewaspadaan terhadap upaya perekrutan terorisme yang menyasar anak muda dan pelajar melalui media sosial.
Dalam sambutannya, Satria Maulana menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Safari Ramadhan yang dinilainya tidak hanya mempererat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat di tengah maraknya tantangan digital. Ia menekankan bahwa Ramadhan merupakan momen strategis untuk memperkuat fondasi keimanan sekaligus membentengi diri dari berbagai pengaruh negatif, khususnya di era perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat.
“Momentum Ramadhan ini harus kita manfaatkan untuk memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kewaspadaan. Anak-anak muda dan pelajar saat ini sangat dekat dengan media sosial. Di sanalah celah yang sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin menyebarkan paham radikal,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara tokoh agama, aparat keamanan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi generasi muda.
Sementara itu, Briptu Ahmad menjelaskan bahwa kelompok radikal kini semakin adaptif dalam memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan ideologi mereka. Menurutnya, pendekatan yang digunakan cenderung persuasif dengan narasi keagamaan yang dipelintir untuk menarik simpati generasi muda.
“Perekrutan kini tidak lagi dilakukan secara tatap muka. Banyak dilakukan melalui platform digital dengan metode yang halus dan sistematis. Karena itu, literasi digital dan pemahaman agama yang moderat menjadi benteng utama,” tegasnya.
Ia juga mengimbau para pemuda, khususnya pelajar, agar lebih selektif dalam menerima informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh konten yang mengandung ujaran kebencian. Selain itu, ia meminta masyarakat untuk selalu mengonfirmasi kebenaran informasi kepada sumber yang terpercaya.
Kegiatan Safari Ramadhan tersebut diisi dengan dzikir dan shalawat bersama, tausiyah kebangsaan, serta dialog interaktif dengan jamaah. Antusiasme masyarakat Lingkungan 1 Kelurahan Martubung terlihat dari banyaknya jamaah yang hadir dan aktif bertanya terkait isu radikalisme di kalangan remaja.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah serta melindungi generasi muda dari pengaruh paham ekstremisme yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan kebangsaan.

