Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kecamatan Medan Baru Damri Tambunan melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) di Masjid Al-Huda, Jalan Beringin 5, Medan, pada Jumat, 27 Februari 2026, sebelum pelaksanaan sholat tarawih.
Tema yang disampaikan “Mendidik Anak Mencintai Ramadhan Sejak Dini.” Tema ini dipilih sebagai upaya memberikan pemahaman kepada para orang tua tentang pentingnya menanamkan kecintaan terhadap bulan suci Ramadhan kepada anak-anak sejak usia dini.
Dalam penyampaiannya, Damri menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum pendidikan karakter terbaik bagi anak. Melalui puasa, anak belajar kesabaran dan pengendalian diri. Melalui sholat tarawih, anak belajar kedisiplinan dan kebersamaan. Sedangkan melalui sedekah dan berbagi takjil, anak belajar kepedulian sosial.
“Orang tua adalah madrasah pertama bagi anak. Jika orang tua mencontohkan semangat beribadah, maka anak akan tumbuh dengan rasa cinta terhadap Ramadhan,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia juga mengajak para orang tua untuk membiasakan suasana Ramadan yang menyenangkan di rumah, seperti sahur bersama, tadarus keluarga, memberi apresiasi atas usaha anak berpuasa, serta melibatkan anak dalam kegiatan masjid.
Dari sekolah, anak-anak juga diberikan tugas untuk membuat laporan berisi catatan pelaksanaan ibadah seperti puasa, sholat lima waktu, tarawih, tadarus Al-Qur’an, serta kegiatan sedekah. Hal ini menunjukkan sinergi antara sekolah, orang tua, dan masjid dalam membentuk karakter religius generasi muda.
Dalam penyampaiannya, penyuluh menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini bukan sekadar memenuhi tugas sekolah, tetapi bagaimana agar anak-anak benar-benar mencintai Ramadan secara sejati. Ramadhan harus menjadi bulan yang dirindukan, bukan dirasakan sebagai beban.
“Ketika anak dilibatkan dalam ibadah, diberi motivasi, dan diapresiasi, maka akan tumbuh rasa bangga dan cinta terhadap Ramadan. Inilah pendidikan karakter yang sesungguhnya,” disampaikan di hadapan jamaah.
Orang tua juga diingatkan agar tidak hanya menuntut laporan tertulis, tetapi membangun suasana Ramadhan yang hangat di rumah—sahur bersama, sholat berjamaah, serta memberi teladan dalam kesabaran dan kebaikan.
Diharapkan melalui kebersamaan ini, Ramadaan benar-benar menjadi madrasah kehidupan yang menanamkan nilai disiplin, kejujuran, dan kepedulian sosial sejak dini, sehingga lahir generasi yang mencintai ibadah dan berakhlak mulia.

