Dakwah Penuh Empati Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal Bimbing Pasien RSJ

Medan (Humas) Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal melaksanakan bimbingan dan penyuluhan di RSJ Bina Karsa Medan Jalan Palas 3, Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari dakwah kemanusiaan yang menyentuh langsung para pasien dengan pendekatan penuh empati dan kasih sayang.

Adapun penyuluh yang melaksanakan bimbingan adalah Paidi, S.Ag Penyuluh Agama Islam dari KUA Medan Sunggal bersama Juanda Berutu, MA yang merupakan penyuluh agama Islam dari Medan Tuntungan. Keduanya menyampaikan dakwah yang menyejukkan hati serta memberikan motivasi spiritual kepada para pasien. Bimbingan dilaksanakan dengan metode dakwah bil lisan dengan tema tentang zikrullah, mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik saat berdiri, duduk maupun berbaring.
“Zikir adalah penguat jiwa. Dalam kondisi apa pun, ketika lisan dan hati kita mengingat Allah, maka di situlah ketenangan akan hadir,” ujar Paidi dalam penyampaiannya. Ia menegaskan bahwa zikir bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga terapi ruhani yang mampu menenangkan hati dan pikiran.

Setelah penyampaian materi zikir, Juanda Berutu melanjutkan tausiyahnya dengan tema menjaga diri dan menghargai kehidupan. Ia mengingatkan bahwa hidup tidak boleh diisi dengan menyakiti diri sendiri maupun orang lain. “Hidup ini adalah amanah. Kita harus belajar menyenangkan diri dengan cara yang baik, membahagiakan diri tanpa melukai siapa pun,” tuturnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan dengan penuh harap dan kekhusyukan.
Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, para pasien terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Beberapa di antara mereka turut melafalkan zikir bersama dengan penuh semangat. Pendekatan yang humanis dan bahasa yang sederhana membuat materi mudah dipahami serta diterima dengan baik oleh para pasien.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara penyuluh agama dan lembaga kesehatan dalam memberikan pendampingan spiritual. Bimbingan rohani di lingkungan rumah sakit jiwa memiliki peran penting dalam membantu proses pemulihan mental pasien, karena kesehatan jiwa tidak hanya membutuhkan terapi medis, tetapi juga sentuhan batin dan penguatan iman.
Melalui dakwah penuh empati ini, penyuluh agama Islam menunjukkan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar menyampaikan ceramah, tetapi juga menghadirkan harapan. Spiritualitas yang ditanamkan secara lembut mampu membangun optimisme dan rasa percaya diri para pasien untuk menjalani hari-hari dengan lebih baik.
“Ketika hati dekat dengan Allah, maka jiwa akan lebih kuat menghadapi ujian,” ungkap Juanda salah satu penyuluh dalam penutupnya.

Bimbingan dan penyuluhan yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal di RSJ Bina Karsa Medan menjadi wujud nyata dakwah yang rahmatan lil ‘alamin. Dengan pendekatan empati, zikir sebagai terapi ruhani, serta pesan untuk mencintai dan menjaga diri, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan ketenangan batin, menumbuhkan semangat hidup, dan mempercepat proses pemulihan para pasien secara menyeluruh, baik jasmani maupun rohani.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *