Medan (Humas) Badan Kenaziran Masjid (BKM) Al Iman yang beralamat di JL. Bhayangkara Nomor 411 Medan, setelah melaksanakan salat Isya berjamaah, dilanjutkan dengan tausiyah menjelang salat tarawih yang disampaikan oleh PLO KUA Medan Sunggal, Dr. Iqbal Habibie Siregar, M.Pd.I., Rabu (4/3/2026). Materi yang disampaikan adalah tentang menjadikan Alquran sebagai teman dialog hati dan penerang jiwa.
Dalam tausiyahnya, Iqbal Habibi Siregar menyampaikan bahwa Alquran bukan sekadar untuk dibaca, tetapi untuk direnungi dan diajak berdialog dalam setiap persoalan hidup. “Alquran adalah ayat Allah yang sangat fleksibel, di manapun diletakkan dalam kehidupan kita sehari-hari, ia akan memberi jawaban dan ketenangan,” ujar Iqbal Habibi beliau di hadapan jamaah.
Beliau menambahkan bahwa dialog dengan Alquran dapat dilakukan dengan cara membaca secara tartil, memahami maknanya, serta mengaitkannya dengan kondisi diri. Ketika hati sedang gelisah, ayat-ayat tentang kesabaran menjadi penenang. Saat diuji dengan kesulitan, ayat-ayat tentang tawakal menjadi penguat. “Jika kita membiasakan diri berdialog dengan Alquran, maka kita tidak akan merasa sendiri, karena setiap ayat seolah berbicara langsung kepada hati kita,” ungkapnya.
Iqbal Habibi juga mengingatkan bahwa Alquran adalah cahaya (nur) yang menerangi jiwa. Tanpa cahaya wahyu, hati mudah diliputi kegelapan berupa keraguan, kegelisahan, dan keputusasaan. Oleh karena itu, menjadikan Alquran sebagai sahabat harian akan membentuk pribadi yang lebih tenang, sabar, dan bijaksana dalam mengambil keputusan. “Jangan tunggu masalah datang baru membuka Alquran, tetapi jadikan ia teman setia dalam setiap keadaan,” pesannya.
Di akhir tausiyah, beliau mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan interaksi dengan Alquran, khususnya di bulan Ramadan yang penuh keberkahan. Momentum ini, menurutnya, adalah waktu terbaik untuk membangun kedekatan emosional dan spiritual dengan Kalamullah agar hati semakin hidup dan jiwa semakin terang.
Menjadikan Alquran sebagai teman dialog hati berarti menghadirkan ayat-ayat Allah dalam setiap aspek kehidupan. Dengan membaca, memahami, dan mengamalkannya secara konsisten, Alquran akan menjadi penerang jiwa, penuntun langkah, serta sumber ketenangan dan kekuatan dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.(Paidi).

