Medan (Humas) Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag, M.Pd.I, bersama dengan jamaah lainnya melaksanakan salat tarawih berjamaah di Rumah Dinas Walikota Medan, yang terletak di JL. Jenderal Sudirman No. 35, Medan. Selasa (10/3/2026). Salat tarawih tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Kapolsek Sunggal, Danramil 02 Medan Sunggal, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal serta pengurus LPTQ Medan Sunggal dan MUI Kecamatan Medan Sunggal. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Majelis Dzikir Assidqi Sumatera Utara dan BKMT Kecamatan Medan Sunggal beserta jamaah dan para undangan.
Setelah salat Isya berjamaah, acara dibuka oleh MC, Juhari, yang menyampaikan pengumuman tentang tata cara salat tarawih yang akan dilakukan. Salat tarawih kali ini terdiri dari 11 rakaat, yang terdiri dari 4 rakaat satu salam dan 3 rakaat satu salam. Imam salat tarawih kali ini adalah H. M. Syafi’i, S.Sos, yang dikenal dengan suaranya merdu dan penguasaan tajwid yang sangat baik. Suasana semakin khusyuk dan hening, berkat suara indah para bilal, Naufal Dirman Al Yazid dan Juhari.
Setelah salat tarawih, acara dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh H. Zulkarnain, M.Pd.I.
Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan empat pesan penting dari Nabi Muhammad SAW kepada para sahabatnya, yang diharapkan bisa menjadi pedoman bagi umat Muslim, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah ini.
Pesan-pesan Nabi untuk Umat :
- Ramadan sebagai Kendaraan untuk Mencapai Taqwa
Zulkarnain menjelaskan bahwa bulan Ramadan seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana untuk mencapai tujuan hidup yang mulia, yaitu menjadi pribadi yang bertakwa. Ramadan merupakan kesempatan bagi setiap Muslim untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki kualitas diri dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- Cukupkan Perbekalan di Bulan Ramadan
Selama bulan Ramadan, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, baik itu berupa puasa, salat, maupun dzikir. Ini adalah kesempatan untuk mengumpulkan bekal untuk kehidupan akhirat, sehingga setiap amal perbuatan di bulan suci ini akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda. - Kurangi Perbuatan Tidak Baik
Zulkarnain menekankan pentingnya untuk menghindari segala bentuk perbuatan yang tidak bermanfaat atau merugikan, baik itu dari segi fisik, mental, maupun spiritual. Ramadan adalah bulan yang penuh dengan kemuliaan, dan seharusnya dijadikan waktu untuk memperbaiki diri dan mengurangi perbuatan dosa. - Ikhlaskan Segala Amal Ibadah untuk Ridho Allah
Dalam akhir tausiyahnya, Zulkarnain mengingatkan jamaah : “untuk selalu mengikhlaskan segala amal ibadah yang dilakukan semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah. Semua amalan, baik besar maupun kecil, seharusnya dilakukan dengan penuh keikhlasan tanpa mengharapkan pujian atau balasan dari manusia” ujar Zulkarnain dihadapan jamaah.
Kegiatan salat tarawih berjamaah di Rumah Dinas Walikota Medan ini menjadi momen yang penuh keberkahan. Diiringi dengan suara merdu para bilal dan imam yang memiliki penguasaan tajwid yang sangat baik, suasana ibadah semakin khusyuk. Ceramah agama yang disampaikan oleh Zulkarnain juga memberikan pemahaman mendalam tentang pesan-pesan penting dari Nabi Muhammad SAW yang seharusnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama selama bulan Ramadan.
Dengan memanfaatkan bulan Ramadan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ibadah, setiap Muslim diharapkan dapat mencapai tingkat ketakwaan yang lebih tinggi, serta memperoleh pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.(Paidi).

