Semangat Hari Pendidikan Nasional 2026 di MIN 6 Kota Medan: Menempa Generasi Emas di Era Digital

Medan (Humas). Lapangan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Kota Medan tampak berwarna pada Sabtu pagi, 2 Mei 2026. Seluruh siswa-siswi mengenakan seragam, berbaris rapi berdampingan dengan para guru untuk melaksanakan upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Suasana khidmat menyelimuti sekolah saat bendera Merah Putih berkibar, membawa semangat tema besar tahun ini: “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

Upacara yang dimulai tepat pukul 07.30 WIB ini diikuti oleh para siswa dengan penuh antusiasme. Momentum Hardiknas kali ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi tonggak refleksi bagi seluruh warga madrasah dalam menghadapi transisi zaman yang kian dinamis. Kehadiran seluruh elemen madrasah menunjukkan soliditas dalam mendukung pemerataan kualitas pendidikan di lingkungan madrasah.

Kepala MIN 6 Kota Medan Isna Fitriyani Harahap.S.Pd.I.,M.M, bertindak langsung sebagai pembina upacara, menyampaikan amanat yang membakar semangat para siswa. Beliau menekankan bahwa tantangan masa depan jauh lebih kompleks dibanding masa lalu. Dalam pidatonya, beliau mengingatkan agar para siswa tidak gentar melihat perubahan dunia yang masif, terutama di bidang teknologi yang mulai mendominasi lini kehidupan.

“Dunia di luar sana berkembang sangat cepat. Teknologi kecerdasan buatan, digitalisasi, dan perubahan iklim adalah tantangan nyata yang akan kalian hadapi. Namun, jangan pernah merasa kecil hati. Di madrasah ini, kalian sedang ditempa untuk menjadi generasi emas,” ujar Isna di hadapan peserta upacara.

Lebih lanjut, beliau menitipkan pesan mendalam mengenai esensi seorang pelajar yang sesungguhnya. Beliau mendorong siswa agar memiliki mentalitas pembelajar yang dinamis dan tidak hanya terpaku pada materi di dalam kelas. Kreativitas dan rasa ingin tahu yang tinggi disebut sebagai modal utama bagi para siswa untuk bersaing secara global tanpa kehilangan identitas diri.

Sebagai penutup, beliau memberikan penekanan khusus pada pentingnya karakter dan etika dalam menuntut ilmu. Beliau mengingatkan bahwa setinggi apa pun prestasi akademik yang diraih, nilai seorang manusia tetap diukur dari akhlaknya. “Jadilah pembelajar sepanjang hayat. Asah kreativitas kalian, tingkatkan rasa ingin tahu, dan jaga adab kalian kepada guru serta orang tua. Karena pendidikan tanpa adab hanyalah kepintaran yang hampa,” tegasnya mengakhiri amanat upacara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *