Penyuluh Agama Katolik Kemenag Medan Berikan Penyuluhan Pemasaran Usaha dan Literasi Keuangan di KSP CU Tunas Mekar

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Ricardo Simamora, S.Ag. dan Roni Antonius Sitanggang, S.Fil., mengadakan kegiatan penyuluhan kepada anggota dan mitra Kantor KSP CU Tunas Mekar pada Selasa (10/03/2026). Kegiatan yang berlangsung di kantor KSP CU Tunas Mekar, Jl. Setia Budi Gg. Rahmat No. 15 Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anggota mengenai pengelolaan usaha dan keuangan yang bijaksana dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, Ricardo Simamora menyampaikan materi tentang strategi pemasaran usaha. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan suatu usaha tidak hanya bergantung pada modal keuangan, tetapi juga pada kemampuan membangun relasi dan jaringan yang luas. “Pelaku usaha perlu membangun jaringan dan relasi yang baik agar usaha dapat berkembang. Modal keuangan saja tidak cukup tanpa adanya strategi dan jaringan yang kuat,” ujar Ricardo.
Sementara itu, Roni Antonius Sitanggang membawakan materi mengenai financial literacy atau literasi keuangan. Ia menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak, terutama dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan. “Dalam mengelola keuangan, kita harus mampu mengutamakan kebutuhan daripada keinginan. Dengan pengelolaan yang baik, kesejahteraan keluarga dan usaha dapat lebih terjamin,” ungkap Roni.
Nilai pengelolaan usaha dan keuangan yang bijaksana juga sejalan dengan pesan Kitab Suci dalam Alkitab, khususnya Lukas 16:10 yang mengatakan, “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.” Ayat ini mengingatkan bahwa kesetiaan dan tanggung jawab dalam mengelola hal-hal kecil, termasuk keuangan sehari-hari, menjadi dasar bagi keberhasilan dan kepercayaan yang lebih besar.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan para anggota dan mitra KSP CU Tunas Mekar semakin memahami pentingnya pengelolaan usaha serta keuangan yang bijaksana. Selain memperkuat kemampuan ekonomi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan iman agar umat mampu menghidupi nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan ekonomi dan sosial sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *