Dalam Tepung Tawar Haji, Penyuluh KUA Medan Sunggal Beri Bimbingan Spritual

Medan (Humas) Dalam kegiatan tepung tawar haji, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi, S.Ag, memberikan bimbingan spiritual kepada calon jamaah haji kloter 17 Embarkasi Kualanamu. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Masdar Tambusai, S.Ag, JL. Pimpinan Gang Saudara No. 9 Medan, pada Minggu, (3/5/2026). Suasana khidmat terasa ketika para calon jamaah mengikuti rangkaian acara dengan penuh harap dan kekhusyukan.

Dalam ceramahnya, Paidi menyampaikan pentingnya meraih haji yang mabrur sebagai tujuan utama dalam menunaikan ibadah haji. Ia menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, setiap jamaah diharapkan mempersiapkan diri dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Haji yang mabrur bukan hanya terlihat saat di Tanah Suci, tetapi bagaimana perubahan amal ibadah dan akhlak kita setelah kembali ke Indonesia,” ujar Paidi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa salah satu cara meraih haji mabrur adalah dengan melatih kesabaran. Menurutnya, berbagai ujian dan tantangan selama pelaksanaan haji merupakan bagian dari proses pembentukan karakter seorang muslim yang lebih baik. Kesabaran dalam menghadapi kondisi, situasi, dan interaksi dengan sesama jamaah menjadi kunci penting dalam menjaga kualitas ibadah.

Selain itu, Paidi juga mengingatkan bahwa haji yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan akan membuka pintu ampunan dari Allah SWT. Ia mengajak para calon jamaah untuk memanfaatkan momentum haji sebagai sarana membersihkan diri dari dosa-dosa masa lalu. Dengan hati yang tulus dan niat yang lurus, diharapkan setiap jamaah dapat kembali dalam keadaan suci.

Di akhir penyampaiannya, Paidi menegaskan bahwa indikator utama haji mabrur adalah adanya perubahan positif setelah kembali ke tanah air. Perubahan tersebut tercermin dalam peningkatan kualitas ibadah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap para jamaah dapat menjadi teladan di tengah masyarakat setelah menunaikan ibadah haji.

Bimbingan spiritual dalam tepung tawar haji ini menjadi bekal penting bagi calon jamaah untuk memahami makna sejati ibadah haji. Dengan meningkatkan keimanan, melatih kesabaran, mengharap ampunan Allah SWT, serta menjaga konsistensi ibadah setelah pulang, diharapkan para jamaah dapat meraih predikat haji yang mabrur dan membawa perubahan positif dalam kehidupan mereka.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *