Penyuluh Agama Buddha Kemenag Medan Ikuti Pembinaan SDM Nasional Perkuat Profesionalitas dan Nilai Dhamma

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Medan mengikuti kegiatan Pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) Penyuluh Agama Buddha yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Penyuluh Agama Buddha Dhammaghosa Indonesia secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (13/4/2026).

Kegiatan ini mengangkat tema “Mengembangkan Kualitas Unggul (Sappurisa Dhamma) untuk ASN Penyuluh Agama Buddha yang BerAKHLAK”, yang menitikberatkan pada penguatan karakter, kompetensi, serta integritas penyuluh sebagai ujung tombak pembinaan umat Buddha di Indonesia.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Supriyadi, dalam arahannya menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan kebersamaan antar penyuluh agama Buddha di seluruh Indonesia.

Menurutnya, peran penyuluh sangat strategis sebagai penyampai pesan-pesan Dhamma kepada masyarakat. Oleh karena itu, penyuluh dituntut tidak hanya memiliki kemampuan komunikasi yang baik, tetapi juga kualitas pribadi yang mencerminkan nilai-nilai luhur ajaran Buddha.

“Penyuluh agama Buddha harus mampu menjadi teladan, baik dalam penyampaian Dhamma maupun dalam perilaku sehari-hari. Nilai-nilai Sappurisa Dhamma harus benar-benar diinternalisasikan dalam kehidupan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Bimas Buddha, Tiroso, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata bagi para penyuluh dalam meningkatkan kompetensi dan kinerja.

“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan kinerja penyuluh agama Buddha dalam melaksanakan tugas melayani umat secara profesional dan berintegritas,” ungkapnya.

Selain itu, Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Agama RI, Muhammad Zain, menegaskan bahwa seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk penyuluh agama, dituntut untuk bekerja secara produktif dan efisien dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Penyuluh agama sebagai pelayan umat harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pemanfaatan sistem digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan publik yang cepat, tepat, dan efisien,” ujarnya.

Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, yang terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyuluh agama Buddha, khususnya di Kota Medan, dalam menjalankan tugas pembinaan umat secara optimal dan berkesinambungan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para penyuluh agama Buddha semakin profesional, adaptif, dan berintegritas, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai Sappurisa Dhamma dalam setiap aspek pengabdian kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *