Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Kota, Ustaz Imam Pratomo, M.H.I., kembali menyapa masyarakat melalui siaran radio. Dalam program religi di Radio Aqila Medan, ia menyampaikan pemahaman mendalam tentang konsep rugi dan kerugian menurut perspektif Al-Qur’an, Rabu (22/04).
Siaran langsung tersebut menjadi bagian dari inovasi dakwah berbasis media yang bertujuan menjangkau masyarakat lebih luas, melampaui keterbatasan majelis taklim konvensional. Dalam pemaparannya, Ustaz Imam menjelaskan bahwa Al-Qur’an menggunakan istilah seperti khusr atau khasara untuk menggambarkan kerugian hakiki manusia.
“Dalam perspektif Al-Qur’an, kerugian terbesar bukanlah kehilangan harta atau jabatan, melainkan hilangnya waktu dan kesempatan untuk beramal saleh serta melupakan tujuan akhirat,” ujarnya saat berdialog di studio.
Mengutip Surah Al-Asr, ia menguraikan empat kriteria utama agar manusia terhindar dari kerugian, yakni memiliki iman yang kuat, mengerjakan amal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Menurutnya, nilai-nilai tersebut dapat menjadi pedoman hidup agar masyarakat tidak terjebak dalam orientasi duniawi semata.
Program siaran ini juga diisi dengan sesi interaktif yang membuka ruang tanya jawab bagi pendengar. Antusiasme masyarakat terlihat dari berbagai pertanyaan yang masuk, terutama terkait upaya menjaga konsistensi ibadah dan memanfaatkan waktu secara produktif.
Kepala KUA Kecamatan Medan Kota, Khairul Azmi Harahap, S.Ag., menyampaikan bahwa kerja sama dengan Radio Aqila Medan akan terus dilanjutkan. Ia menilai media radio masih efektif sebagai sarana penyampaian pesan keagamaan sekaligus bimbingan rohani yang mudah diakses.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan edukasi yang praktis dan inspiratif bagi masyarakat Kota Medan dan sekitarnya,” ujarnya.

