Tekankan Pentingnya Salat, PAI Medan Petisah Berikan Bimbingan di Lepas Anak Medan

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Petisah kembali melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Anak Medan, pada hari Selasa, 21 April 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh tiga penyuluh agama Islam, yakni Heriansyah Harahap, Nurlely, dan Komala Dewi, yang memberikan pembinaan rohani kepada para warga binaan anak dengan tema pentingnya menjaga ibadah salat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam suasana yang penuh kehangatan, para peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Bimbingan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran spiritual kepada para anak binaan agar senantiasa menjadikan salat sebagai pondasi utama dalam memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Heriansyah Harahap dalam penyampaiannya menekankan bahwa salat merupakan tiang agama yang tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun. “Salat adalah kewajiban utama bagi setiap muslim. Dalam kondisi apa pun, termasuk saat berada di dalam lapas, salat tetap harus dijaga karena itulah yang akan menjadi penolong kita di dunia dan akhirat,” ujarnya.

Sementara itu, Nurlely mengajak para peserta untuk menjadikan salat sebagai sarana introspeksi diri dan memperbaiki akhlak. Ia menyampaikan bahwa melalui salat yang khusyuk, seseorang dapat merasakan ketenangan hati dan memperoleh kekuatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. “Salat bukan hanya kewajiban, tetapi juga kebutuhan rohani yang akan menenangkan jiwa dan membimbing kita ke jalan yang benar,” ungkapnya.

Komala Dewi turut memberikan motivasi kepada para warga binaan agar tidak merasa putus asa dalam menjalani kehidupan. Ia menegaskan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah dan menjadi lebih baik selama masih diberikan waktu oleh Allah SWT. “Jangan pernah merasa bahwa masa depan kalian telah berakhir. Dengan menjaga salat dan mendekatkan diri kepada Allah, insyaAllah kehidupan akan menjadi lebih baik,” tuturnya penuh semangat.

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada para peserta untuk menyampaikan berbagai pertanyaan seputar ibadah salat, termasuk tata cara pelaksanaan salat dalam kondisi tertentu. Para penyuluh dengan sabar dan jelas memberikan penjelasan sehingga peserta dapat memahami dengan baik pentingnya menjaga kualitas dan konsistensi ibadah salat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para warga binaan anak di Lapas Khusus Anak Medan dapat semakin termotivasi untuk memperbaiki diri, khususnya dalam menjaga ibadah salat sebagai bekal kehidupan ke depan. Kehadiran para penyuluh agama di tengah-tengah mereka diharapkan mampu menjadi cahaya yang menerangi jalan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan penuh keberkahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *