Medan (Humas) Penyuluh Bimas Katolik Kementerian Agama Kota Medan yang terdiri dari Ricardo Simamora, S.Ag., Roni Antonius Sitanggang, S.Fil., Demaran Sigiro, S.Fil., dan Hekdi Jojada Sinaga, S.Fil., melaksanakan penyuluhan keagamaan bagi umat Katolik melalui siaran Radio Maria Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Catholic Centre Lantai 5, Jalan Mataram No. 21, Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Kamis (23/04/2026), dengan tema Masa Paskah dalam Gereja Katolik.
Ricardo Simamora selaku host membuka acara dengan menekankan pentingnya pemahaman umat terhadap Masa Paskah dalam Gereja Katolik. Ia menyampaikan, “Masa Paskah adalah masa sukacita yang harus dihayati secara utuh oleh umat beriman dalam perjalanan 50 hari menuju Pentakosta.”
Penyuluhan ini disiarkan secara langsung dalam format dialog interaktif agar materi dapat tersampaikan secara hangat, jelas, dan mudah dipahami oleh pendengar Radio Maria Indonesia. Format ini juga memungkinkan para narasumber menjelaskan berbagai aspek Masa Paskah secara lebih komunikatif dan partisipatif.

Roni Antonius Sitanggang menjelaskan bahwa Masa Paskah dalam Gereja Katolik berlangsung selama 50 hari dari Hari Paskah hingga Hari Pentakosta. Ia menegaskan, “Angka 50 bukan sekadar hitungan hari, tetapi melambangkan kebebasan, sukacita, dan pencurahan Roh Kudus yang mengubah dunia.”
Hekdi Jojada Sinaga memaparkan rangkaian liturgi Masa Paskah yang mencakup Oktaf Paskah, Minggu Kerahiman Ilahi, Hari Kenaikan Tuhan, hingga Novena Pentakosta. Ia mengatakan, “Seluruh perjalanan ini membimbing umat untuk tidak hanya mengenal Kristus, tetapi sungguh hidup di dalam Dia.”
Demaran Sigiro menjelaskan sejarah Minggu Kerahiman Ilahi yang berawal dari pengalaman Santa Faustina Kowalska di Polandia hingga ditetapkan sebagai perayaan liturgi Gereja Katolik universal pada tahun 2000. Ia menyampaikan, “Minggu Kerahiman Ilahi mengajarkan bahwa Allah adalah kasih yang penuh belas kasih kepada setiap manusia.” Acara kemudian ditutup oleh Ricardo Simamora dengan harapan agar umat semakin memahami dan menghayati Masa Paskah dalam Gereja Katolik sebagai perjalanan iman yang penuh sukacita, serta penegasan bahwa Kementerian Agama Kota Medan berkomitmen menghadirkan penyuluhan keagamaan yang inovatif, inklusif, dan menjangkau umat melalui berbagai media.

