Medan (Humas) Penyuluh Bimas Katolik dan Kristen Kementerian Agama Kota Medan yakni Roni Antonius Sitanggang, S.Fil., Demaran Sigiro, S.Fil., Zetra Hail Saragih, S.Fil., Hekdi Jojada Sinaga, S.Fil., Daminta Berutu, S.Th., dan Sadar Kurnia Harefa menghadirkan semangat pemulihan dan harapan melalui kegiatan penyuluhan rohani bertema “Bangun dan Berjalanlah: Pemulihan Total dari Tuhan” yang terinspirasi dari Yohanes 5:8-9 kepada pasien di Rumah Sakit Santa Elisabeth yang beralamat di Jl. H. Misbah No.7, Jati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (23/04/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Penyuluh Bimas Katolik dan Kristen di bawah naungan Kementerian Agama Kota Medan. Mereka hadir langsung ke ruang rawat pasien untuk memberikan penguatan iman serta dukungan moral bagi para pasien yang tengah menjalani perawatan.
Acara diawali dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Sadar Kurnia Harefa, yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kata-kata penguatan penuh harapan kepada para pasien. Dalam suasana yang hangat dan penuh empati, para penyuluh berupaya menanamkan keyakinan bahwa kesembuhan sejati datang dari Tuhan.
Roni Antonius Sitanggang dalam pesannya menyampaikan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk bangkit dari keterpurukan. “Tuhan selalu memberi kekuatan bagi setiap orang untuk bangkit dan berjalan menuju pemulihan yang utuh,” ujarnya singkat.
Suasana semakin haru dan penuh sukacita ketika Zetra Hail Saragih mengiringi lagu pujian dengan gitar, diikuti seluruh tim penyuluh yang menyanyikan lagu “Pasu-Pasu Hami On Tuhan”. Nyanyian tersebut membawa ketenangan serta memberikan kelegaan bagi para pasien, sementara Demaran Sigiro dan Hekdi Jojada Sinaga turut menyemangati dengan penuh antusias.
Kegiatan penyuluhan oleh Penyuluh Bimas Katolik dan Kristen Kementerian Agama Kota Medan ini diakhiri dengan doa penutup yang dipimpin oleh Daminta Berutu. Dalam kesempatan tersebut, Daminta menyampaikan, “Kiranya damai dan kekuatan dari Tuhan menyertai setiap pasien dalam proses pemulihan.” Sementara itu, Sadar Kurnia Harefa menambahkan, “Harapan dan iman adalah obat yang menguatkan jiwa,” menutup kegiatan dengan penuh makna bagi seluruh peserta.

