PAI KUA Medan Petisah Berikan Penyuluhan di LRPPN

Medan (Humas) Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Petisah, Heriansyah Harahap dan Nurlely, melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba pada hari Rabu, 22 April 2026. Kegiatan ini mengangkat tema pentingnya menerima ketetapan Allah (qadha dan qadar) sebagai bagian dari upaya memperkuat mental dan spiritual para peserta rehabilitasi.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana yang penuh khidmat dan kekeluargaan. Para peserta yang merupakan warga binaan rehabilitasi tampak antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan. Bimbingan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa setiap ujian hidup yang dihadapi merupakan bagian dari ketetapan Allah yang harus diterima dengan ikhlas dan penuh kesabaran.

Heriansyah Harahap dalam penyampaiannya menegaskan bahwa menerima ketetapan Allah bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan tetap berikhtiar sambil berserah diri kepada-Nya. “Kita harus yakin bahwa apa yang terjadi dalam hidup ini adalah bagian dari rencana Allah. Tugas kita adalah berusaha menjadi lebih baik dan menerima setiap ketetapan-Nya dengan hati yang lapang,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa ujian yang dihadapi saat ini dapat menjadi jalan untuk kembali kepada kehidupan yang lebih baik. “Boleh jadi apa yang kita anggap sebagai musibah justru menjadi jalan hidayah bagi kita untuk lebih dekat kepada Allah SWT,” tambah Heriansyah dalam penyuluhannya.

Sementara itu, Nurlely menyampaikan bahwa sikap menerima ketetapan Allah akan melahirkan ketenangan batin dan menghindarkan seseorang dari rasa putus asa. Ia mengajak para peserta untuk memperbanyak ibadah dan doa sebagai bentuk penguatan diri dalam menjalani proses rehabilitasi. “Ketika kita mampu menerima takdir Allah dengan ikhlas, maka hati akan menjadi lebih tenang dan kita memiliki kekuatan untuk bangkit,” ungkapnya.

Dalam sesi interaktif, para peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman hidup serta menyampaikan pertanyaan. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan keinginan untuk berubah dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah melewati masa rehabilitasi. Para penyuluh pun memberikan motivasi serta arahan agar mereka tetap istiqamah dalam memperbaiki diri.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta rehabilitasi dapat memahami makna menerima ketetapan Allah secara benar dan menjadikannya sebagai landasan dalam menjalani kehidupan ke depan. Bimbingan ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan rohani agar para peserta mampu bangkit, meninggalkan masa lalu, dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik dengan penuh harapan dan keimanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *