PAI KUA Medan Petisah Berikan Bimbingan Rohani di RS SMEC Medan

Medan (Humas) Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Petisah, Heriansyah Harahap, Komala Dewi, dan Nurlely melaksanakan kegiatan bimbingan rohani di RS SMRC Medan pada hari Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini mengangkat tema pentingnya kesabaran dalam menerima ketetapan Allah sebagai upaya memberikan penguatan spiritual kepada pasien dan keluarga yang sedang menghadapi ujian kesehatan.

Kegiatan berlangsung dengan suasana penuh haru dan ketenangan. Para peserta yang terdiri dari pasien, keluarga pasien, serta tenaga kesehatan tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Bimbingan rohani ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa setiap ujian yang diberikan Allah SWT mengandung hikmah dan harus dihadapi dengan kesabaran serta keikhlasan.

Heriansyah Harahap dalam penyampaiannya menegaskan bahwa kesabaran merupakan kunci utama dalam menghadapi setiap ketetapan Allah. “Sabar bukan berarti menyerah, tetapi bagaimana kita tetap kuat, tetap berprasangka baik kepada Allah, dan terus berusaha di tengah ujian yang sedang dihadapi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa ujian berupa sakit dapat menjadi sarana penghapus dosa dan peningkatan derajat di sisi Allah SWT. “Setiap rasa sakit yang kita rasakan, jika dihadapi dengan sabar dan ikhlas, maka Allah akan menggugurkan dosa-dosa kita dan mengangkat derajat kita,” tambah Heriansyah.

Sementara itu, Komala Dewi memberikan motivasi kepada para peserta agar tidak kehilangan harapan dalam menjalani proses pengobatan. Ia mengajak untuk terus berdoa dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. “Jangan pernah putus asa, karena rahmat Allah itu sangat luas. Tetaplah berdoa dan yakin bahwa Allah memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya,” tuturnya.

Nurlely juga menyampaikan pentingnya menjaga hati agar tetap tenang dengan memperbanyak zikir dan ibadah. Menurutnya, ketenangan hati akan membantu proses penyembuhan dan memberikan kekuatan bagi pasien dalam menjalani pengobatan. “Dengan hati yang tenang dan selalu mengingat Allah, insyaAllah kita akan diberikan kekuatan untuk menghadapi segala ujian,” ungkapnya.

Melalui kegiatan bimbingan rohani ini, diharapkan para pasien dan keluarga dapat semakin kuat secara spiritual dalam menghadapi ujian kehidupan. Kehadiran para penyuluh agama di tengah-tengah mereka diharapkan mampu memberikan semangat, ketenangan, serta keyakinan bahwa setiap ketetapan Allah mengandung kebaikan bagi hamba-Nya yang bersabar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *