PAI KUA Medan Denai Gelar Bimbingan Penyuluhan di MT Al-Hidayah, Angkat Tema Ujian Kehidupan Mukmin

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan (bimluh) di Majelis Taklim Al-Hidayah, Rabu (22/04/2026). Kegiatan ini berlangsung di Jalan M. Nawi Harahap, Gang Raja Aceh, Kelurahan Menteng, Kecamatan Medan Denai.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Pengajian, Dara Gurning, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran penyuluh agama. Ia juga mengajak para jamaah untuk terus meningkatkan semangat dalam menuntut ilmu agama sebagai bekal dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dalam penyampaian materi, Khoiruz Zaman, S.H.I., selaku Penyuluh Agama Islam KUA Medan Denai, mengangkat tema tentang ujian kehidupan yang dihadapi setiap mukmin. Ia menjelaskan bahwa dalam perjalanan hidup, seorang mukmin tidak akan terlepas dari berbagai bentuk ujian yang menjadi bagian dari proses peningkatan keimanan.

Ia menguraikan lima bentuk kesulitan yang kerap dihadapi seorang mukmin. Pertama, adanya rasa dengki dari sesama. Kedua, kebencian dari golongan munafik. Ketiga, permusuhan dari pihak yang tidak sejalan. Keempat, godaan setan yang terus berupaya menyesatkan manusia. Dan kelima, dorongan hawa nafsu yang cenderung mengajak kepada perbuatan yang tidak baik.

“Kelima hal tersebut merupakan ujian nyata dalam kehidupan. Namun di balik setiap ujian, terdapat peluang besar untuk meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan kepada Allah SWT,” jelasnya di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sikap sabar dan keteguhan hati dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Menurutnya, kesabaran bukan hanya menahan diri dari keluh kesah, tetapi juga kemampuan untuk tetap istiqamah dalam kebaikan meskipun berada dalam situasi yang sulit.

Ia juga mengajak jamaah untuk memperkuat hubungan spiritual melalui ibadah yang konsisten, seperti menjaga salat, memperbanyak dzikir, serta memperdalam pemahaman terhadap ajaran agama. Dengan demikian, setiap ujian yang datang dapat dihadapi dengan sikap yang lebih bijaksana dan penuh keikhlasan.

Kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat dan interaktif. Para jamaah tampak antusias mengikuti rangkaian acara, terutama pada sesi dialog yang memberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman terkait persoalan kehidupan sehari-hari.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk memohon kekuatan, keteguhan iman, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi sebagai bagian dari laporan dan publikasi kegiatan.

Melalui pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan ini, diharapkan para jamaah Majelis Taklim Al-Hidayah semakin memahami hakikat ujian kehidupan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran, keteguhan, serta orientasi pada nilai-nilai keimanan demi meraih ridha Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *