Medan (Humas) — Suasana berbeda tampak di SMP An-Nizam yang berlokasi di Jalan Menteng Raya Gang Anshar, Masjid Al-Ashar, Kamis (23/4) pagi. Para siswa, khususnya kelas IX, mengikuti kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang diselenggarakan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai dengan penuh antusias.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini diawali dengan pembukaan oleh protokol, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Sekolah, Robin Ginting. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif KUA Medan Denai yang menghadirkan edukasi keagamaan praktis bagi para siswa.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan bekal pengetahuan yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Materi utama dalam kegiatan ini mengangkat tema pengurusan jenazah, yang merupakan bagian dari kewajiban fardhu kifayah dalam ajaran Islam. Tema ini dinilai penting untuk dikenalkan sejak dini agar generasi muda memiliki kesiapan dan pemahaman yang benar ketika menghadapi situasi di tengah masyarakat.
Khoiruz Zaman, S.H.I., sebagai pemateri pertama, menyampaikan materi secara sistematis mulai dari dasar-dasar hingga praktik. Ia menjelaskan tahapan pengurusan jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga proses pemakaman sesuai dengan tuntunan syariat.
Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa pengurusan jenazah bukan hanya sekadar tradisi, tetapi merupakan bentuk penghormatan terakhir kepada sesama muslim yang memiliki nilai ibadah.
“Pemahaman ini penting agar generasi muda tidak merasa asing atau ragu ketika suatu saat dihadapkan pada kondisi tersebut di lingkungan mereka,” jelasnya di hadapan peserta.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Syaiful Akhyar, S.H.I., yang memperdalam pembahasan serta menambahkan sejumlah poin penting yang sering kali terabaikan dalam praktik. Ia juga memberikan penekanan pada aspek adab dan kehati-hatian dalam setiap tahapan pengurusan jenazah.
Kegiatan semakin interaktif saat memasuki sesi tanya jawab. Para siswa terlihat aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari hal teknis hingga situasi-situasi khusus yang mungkin terjadi di lapangan. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap materi yang disampaikan.
Selain siswa, kegiatan ini juga dihadiri oleh para guru serta pengurus masjid yang turut memberikan dukungan penuh. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan kolaboratif.
Melalui kegiatan ini, KUA Medan Denai berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya menjalankan kewajiban sosial-keagamaan di tengah masyarakat. Edukasi semacam ini juga menjadi bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda yang peduli, tanggap, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Acara ditutup dengan doa bersama, dengan harapan ilmu yang diperoleh dapat diamalkan serta menjadi bekal berharga bagi para siswa dalam kehidupan bermasyarakat.

