Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat peran penyuluh agama dalam pembinaan keagamaan dan sosial melalui kolaborasi lintas lembaga. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi dan koordinasi bersama Kepala UPT Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Tuntungan, Herry Saputra, yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam mempererat sinergi antara Kemenag Kota Medan dan UPT RPS Tuntungan, khususnya dalam memberikan pembinaan mental spiritual bagi masyarakat binaan. Penyuluh agama hadir sebagai garda terdepan dalam menyampaikan edukasi keagamaan yang humanis, inklusif, dan berkelanjutan.
Adapun penyuluh agama yang turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain M. Iqbal, MH., Heriansani, M.Ag., Syarifuddin Pasaribu, M.Kom., Wan Nur Ainun, S.Ag., Mahmud Alkausari Pulungan, M.Psi., Mahmud Hasan, M.Ag., Nadiah Masruroh, M.Ag., serta Leonhard, S.S.
Kepala UPT RPS Tuntungan, Herry Saputra, mengapresiasi kehadiran para penyuluh agama yang dinilai memberikan kontribusi positif dalam mendukung program pembinaan sosial di lingkungan RPS. Ia menilai sinergi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat pembinaan mental dan karakter warga binaan.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran para penyuluh agama dari Kemenag Kota Medan. Pendekatan keagamaan memiliki peran strategis dalam membangun karakter serta memperkuat ketahanan mental para warga binaan, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat dengan lebih siap dan percaya diri,” ujar Herry Saputra.
Sementara itu, perwakilan penyuluh agama Kemenag Kota Medan, M. Iqbal, MH., menegaskan komitmen untuk terus berkontribusi dalam memberikan bimbingan dan pendampingan kepada masyarakat binaan, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam penguatan nilai moral, etika, dan kehidupan sosial yang harmonis. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang berkelanjutan dan menyentuh aspek kehidupan sehari-hari.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat binaan melalui pendekatan keagamaan yang menyejukkan. Tidak hanya fokus pada ibadah, tetapi juga membangun karakter, etika, serta semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ungkap M. Iqbal.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Kota Medan berharap kolaborasi dengan UPT Rumah Perlindungan Sosial Tuntungan dapat terus berlanjut dan semakin kuat, sehingga mampu memberikan dampak nyata dalam mewujudkan masyarakat yang religius, mandiri, dan berdaya.

