Direktur RS Muhammadiyah Sumut Apresiasi Peran Penyuluh Agama, Perkuat Layanan Spiritual bagi Pasien

Medan (Humas) — Kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh penyuluh agama dari Kementerian Agama Kota Medan di RS Muhammadiyah Sumatera Utara mendapat perhatian langsung dari Direktur rumah sakit, dr. Muhammad Riza, M.Kes., S.H., M.H.Kes. Peninjauan ini menjadi bentuk dukungan terhadap peran penyuluh agama dalam memberikan penguatan mental dan spiritual bagi pasien.

Adapun penyuluh agama yang bertugas dalam kegiatan tersebut merupakan tim lintas unsur, yakni M. Iqbal, M.H., Heriansani, M.Ag., Syarifuddin Pasaribu, M.Kom., Wan Nur Ainun, S.Ag., Mahmud Alkausari Pulungan, M.Psi., Mahmud Hasan, M.Ag., Nadiah Masruroh, M.Ag., serta Leonhard, S.S., yang secara konsisten hadir memberikan pembinaan rohani dengan pendekatan humanis dan penuh empati.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Muhammad Riza menyampaikan apresiasi atas dedikasi para penyuluh agama yang telah menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Ia menilai kehadiran penyuluh agama menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga menyentuh sisi psikologis dan spiritual pasien.

“Penyuluh agama memiliki peran strategis dalam mendampingi pasien, tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga dalam memberikan semangat dan harapan. Ini merupakan bagian penting dari pelayanan yang holistik,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar para penyuluh agama senantiasa menjaga semangat dan konsistensi dalam menjalankan tugas, serta terus mengedepankan nilai-nilai kepedulian dan kemanusiaan dalam setiap pelayanan.

“Kami berharap penyuluh agama tetap semangat dan istiqomah dalam bertugas, dengan mengedepankan nilai kepedulian dan kemanusiaan sebagai wujud komitmen dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan penyuluh agama, M. Iqbal menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari panggilan pengabdian dalam memberikan pendampingan spiritual kepada pasien. Ia menegaskan bahwa kehadiran penyuluh agama di rumah sakit tidak hanya memberikan siraman rohani, tetapi juga menjadi ruang berbagi dan penguatan bagi pasien.

“Kami hadir untuk memberikan ketenangan dan harapan bagi pasien. Dalam kondisi sakit, seseorang sangat membutuhkan dukungan batin agar tetap kuat dan optimis dalam menjalani proses penyembuhan,” ungkap M. Iqbal.

Senada dengan itu, Syarifuddin Pasaribu menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan oleh penyuluh agama lebih menekankan pada sentuhan empati dan komunikasi yang menyejukkan. Menurutnya, membangun kedekatan emosional menjadi kunci dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara efektif.

“Kami berupaya hadir tidak hanya sebagai penyampai pesan, tetapi juga sebagai pendengar dan sahabat bagi pasien. Dengan pendekatan yang humanis, diharapkan pasien merasa lebih tenang dan memiliki semangat baru untuk sembuh,” ujarnya.

Kegiatan peninjauan ini semakin memperkuat sinergi antara layanan kesehatan dan pembinaan keagamaan. Kehadiran penyuluh agama di tengah pasien diharapkan mampu memberikan ketenangan batin, memperkuat mental, serta menumbuhkan harapan dalam proses penyembuhan.

Melalui kolaborasi ini, Kementerian Agama Kota Medan terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak nyata, tidak hanya di lingkungan masyarakat umum, tetapi juga di fasilitas layanan kesehatan sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang sehat secara jasmani dan rohani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *