Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama Kecamatan Medan Denai kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (BIMLUH) Keluarga Sakinah pada Selasa (5/5/2026) ba’da Zuhur. Kegiatan ini berlangsung di Maunasah Aceh Sepakat Cabang Empat, Jalan Denai Tuba 1, dan dihadiri oleh jamaah Majelis Taklim Ummahat Aceh Sepakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama Kota Medan dalam memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat, khususnya dalam membangun keluarga sakinah yang berlandaskan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.
Ketua Majelis Taklim, Hj. Mariani, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa BIMLUH memberikan manfaat besar dalam menambah wawasan keagamaan jamaah, terutama dalam memperkuat pemahaman tentang pentingnya doa dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami sangat senang dan bersyukur atas kehadiran penyuluh agama. Kegiatan ini sangat membantu kami dalam memperdalam ilmu agama, khususnya tentang pentingnya doa sebagai bagian dari kehidupan seorang muslim,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, materi disampaikan oleh Ustaz Khoiruz Zaman, S.H.I., dengan tema “Tidak Mau Berdoa Tanda Bermaksiat”. Materi disampaikan secara komunikatif dan interaktif, sehingga mudah dipahami oleh para peserta yang hadir.
Dalam pemaparannya, Ustaz Khoiruz Zaman menjelaskan bahwa doa merupakan perintah langsung dari Allah SWT, sehingga sikap enggan berdoa dapat mencerminkan bentuk kesombongan seorang hamba.
“Berdoa bukan sekadar permohonan, tetapi juga bentuk ibadah. Di dalamnya terkandung nilai tauhid, keikhlasan, dan ketulusan seorang hamba yang menyadari sepenuhnya ketergantungan kepada Allah SWT,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa tidak semua doa dikabulkan secara langsung di dunia. Hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perbuatan maksiat seperti ghibah dan kebohongan. Namun demikian, setiap doa tetap mendapatkan balasan dari Allah SWT dalam berbagai bentuk.
“Pengabulan doa memiliki tahapan. Ada yang dikabulkan secara langsung, ada yang ditunda, ada yang diganti dengan pahala, ada pula yang menjadi penolak musibah, bahkan ada yang disimpan sebagai balasan di hari kiamat,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Para jamaah aktif mengikuti sesi tanya jawab yang menjadi bagian dari pendalaman materi. Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustaz Syaiful Akhyar, S.H.I.
Melalui kegiatan BIMLUH ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya doa sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari serta menjadikannya sebagai amalan yang terus dijaga. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong terwujudnya keluarga sakinah yang harmonis, religius, dan penuh keberkahan.

