Sinari Hati dengan Al-Qur’an, PAI Medan Petisah Gencarkan Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an

Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Islam terus menggencarkan program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keagamaan masyarakat. Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan di Rumah Qur’an (RQ) Darul Huffadz Ar-Rafik, Jalan Pembangunan No. 42, Kelurahan Helvetia Timur, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan penyuluhan yang mengusung tema “Sinari Hati dengan Al-Qur’an” tersebut diisi oleh Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, Nurlely, M.Sos. Kegiatan diikuti oleh pengelola Rumah Qur’an, para santri, serta anak-anak di sekitar lingkungan Rumah Qur’an dengan penuh antusias dan semangat belajar.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam membangun masyarakat yang religius melalui penguatan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an sejak usia dini. Suasana kegiatan berlangsung hangat, interaktif, dan penuh semangat kebersamaan.

Dalam penyampaiannya, Nurlely menegaskan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan fondasi penting dalam memahami nilai-nilai Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga menjadi pedoman hidup. Karena itu, kemampuan membaca Al-Qur’an harus terus ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki bekal keimanan dan akhlak yang kuat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemberantasan buta aksara Al-Qur’an bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan keagamaan, tetapi membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat.

“Membaca Al-Qur’an adalah pintu awal untuk mencintai dan mengamalkan isi kandungannya. Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan semakin dekat dengan nilai-nilai keislaman,” tambahnya.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan praktik membaca Al-Qur’an, motivasi keagamaan, serta sesi tanya jawab yang membuat para peserta terlihat aktif dan bersemangat mengikuti kegiatan hingga selesai.

Sementara itu, Pengelola RQ Darul Huffadz Ar-Rafik menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Kementerian Agama Kota Medan dalam mendukung pembinaan literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran penyuluh agama dari Kementerian Agama Kota Medan. Kegiatan ini memberikan semangat baru bagi para santri dan pengajar untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an,” ungkapnya.

Menurutnya, pembinaan seperti ini sangat penting dalam membangun kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan harapan agar program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an dapat terus berjalan secara berkelanjutan serta menjangkau lebih banyak masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Medan kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan dan pembinaan keagamaan yang berdampak nyata, sekaligus membangun generasi Qur’ani yang religius, cerdas, dan berakhlakul karimah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *