Tinggal dalam Kasih, Menemukan Sukacita Sejati, Penyuluh Katolik Medan Beri Pembinaan Rohani di LPKA Klas I Medan

Medan (Humas) Penyuluh Bimas Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Marulam Nainggolan, S.S. dan Leonhard Hutagalung, S.S., melaksanakan pembinaan rohani bagi warga binaan di LPKA Klas I Medan pada Kamis (07/05/2026). Kegiatan penyuluhan tersebut dilaksanakan dalam bentuk ibadat sabda yang berlangsung dengan penuh khidmat dan suasana kekeluargaan.

Dalam ibadat tersebut, Leonhard Hutagalung, S.S. bertindak sebagai pemimpin ibadat. Dalam kata pengantarnya, Leonhard mengajak seluruh warga binaan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui kasih. Ia menyampaikan bahwa kasih Tuhan menjadi sumber kekuatan dan pengharapan dalam kehidupan setiap orang.

“Dalam Injil yang akan kita dengarkan nanti, Tuhan mengajak kita supaya tinggal dalam kasih Tuhan, karena Tuhan hadir dalam kasih,” ujar Leonhard Hutagalung, S.S. singkat di hadapan para warga binaan.

Sementara itu, Marulam Nainggolan, S.S. menyampaikan materi pembinaan dengan tema “Tinggal dalam Kasih, Menemukan Sukacita Sejati” yang dikutip dari Injil Yohanes 15:9-11. Dalam penyampaiannya, Marulam mengajak para warga binaan untuk memahami bahwa sukacita sejati tidak hanya diperoleh dari kebebasan lahiriah, tetapi juga melalui hati yang dipenuhi kasih Tuhan.

“Kasih Tuhan mampu memulihkan hati dan memberikan sukacita sejati bagi setiap orang yang mau hidup dalam kasih-Nya,” ungkap Marulam Nainggolan, S.S..

Dalam sesi interaksi, Marulam memberikan pertanyaan kepada salah seorang anak warga binaan, “Apakah yang engkau cari dalam hidupmu?” Anak tersebut dengan tulus menjawab, “Kebahagiaan.” Jawaban sederhana itu menciptakan suasana haru di tengah ibadat. “Saya merasa tenang dan senang setelah mengikuti pembinaan ini. Saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar salah seorang anak warga binaan.

Kegiatan pembinaan rohani ini mendapat sambutan hangat dari para warga binaan yang tampak sangat tersentuh dengan pesan kasih dan pengharapan yang disampaikan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para anak binaan dapat semakin memiliki semangat untuk memperbaiki diri, membangun iman, serta menemukan sukacita sejati dalam kehidupan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *