Medan (Humas) — Dalam upaya meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai, Khoiruz Zaman, S.H.I., melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (BIMLUH) pada Majelis Taklim binaan STMK (Serikat Tolong Menolong Keluarga Silaturahmi), Senin malam (11/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung ba’da Isya tersebut dilaksanakan di kediaman Bapak Wagiran, Jalan Rajawali No. 79, Tegal Sari Mandala II, Medan. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dengan dihadiri jamaah ibu-ibu, bapak-bapak, serta para remaja yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Acara diawali dengan sambutan Ketua Majelis Taklim STMK, Sutrisno, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan pembinaan seperti BIMLUH sangat penting dalam meningkatkan pemahaman agama sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah antarjamaah.
“Kami merasa bersyukur dan senang karena masyarakat dapat terus mendapatkan pembinaan keagamaan secara langsung. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk menambah ilmu agama dan memperkuat silaturahmi di lingkungan masyarakat,” ujar Sutrisno.
Dalam penyampaiannya, Khoiruz Zaman mengangkat tema tentang hikmah ibadah qurban. Ia menjelaskan bahwa ibadah qurban bukan sekadar penyembelihan hewan, melainkan memiliki makna spiritual dan sosial yang sangat mendalam dalam kehidupan umat Islam.
“Ibadah qurban mengajarkan nilai ketakwaan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Melalui qurban, umat Islam diajak untuk belajar berbagi, membantu sesama, dan menumbuhkan rasa empati terhadap masyarakat yang membutuhkan,” jelas Khoiruz Zaman di hadapan jamaah.
Ia juga menambahkan bahwa qurban merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus ungkapan rasa syukur atas nikmat rezeki yang diberikan. Menurutnya, semangat berqurban harus mampu melahirkan pribadi yang lebih peduli dan memiliki jiwa pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang bagaimana kita mampu mengorbankan ego, menumbuhkan keikhlasan, dan menghadirkan manfaat bagi orang lain,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang membahas berbagai persoalan seputar pelaksanaan qurban di tengah masyarakat. Para jamaah tampak aktif menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi terkait hukum, tata cara, serta pembagian daging qurban sesuai syariat Islam.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Syaiful Akhyar. Melalui kegiatan BIMLUH tersebut, diharapkan masyarakat semakin memahami makna dan hikmah ibadah qurban sehingga mampu mengamalkannya dengan benar sesuai tuntunan agama.
KUA Kecamatan Medan Denai terus berkomitmen menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sebagai bagian dari penguatan kehidupan religius dan pembinaan umat di tengah lingkungan sosial.

