Medan (Humas) — Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan Buddha, Pengawas Pendidikan Agama Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan kegiatan pembinaan dan pendampingan kepada Guru Pendidikan Agama Buddha di Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Senin (11/5/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat kompetensi guru, meningkatkan kualitas administrasi pembelajaran, serta mendukung terciptanya proses pendidikan yang profesional dan berkelanjutan, baik di lembaga pendidikan formal maupun nonformal.
Dalam kegiatan tersebut, Pengawas Pendidikan Agama Buddha, Darsono, memberikan arahan dan pendampingan terkait penyusunan perangkat pembelajaran, administrasi pendidikan, serta penguatan proses belajar mengajar yang efektif dan adaptif terhadap perkembangan pendidikan saat ini.
Selain menerima pembinaan, para guru juga diberikan ruang diskusi dan konsultasi terkait berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Buddha di sekolah masing-masing. Suasana dialogis dan interaktif tampak mewarnai kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Darsono juga menyampaikan sosialisasi mengenai kegiatan Hening Nusantara Vesākha Sānanda 2570 B.E. yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak tahun 2026.
Dalam arahannya, ia mengajak para Guru Pendidikan Agama Buddha untuk turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Hening Nusantara sebagai sarana refleksi diri, pengendalian batin, serta penguatan nilai-nilai kedamaian di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
Pengawas Pendidikan Agama Buddha, Darsono, menyampaikan bahwa kegiatan Hening Nusantara tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian perayaan Waisak, tetapi juga memiliki makna penting dalam membangun kesadaran spiritual serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah kehidupan modern yang penuh dinamika. Menurutnya, momentum tersebut dapat menjadi sarana refleksi diri untuk memperkuat nilai-nilai kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Melalui kegiatan Hening Nusantara, kita diajak untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk kehidupan, membangun kesadaran batin, serta menumbuhkan nilai kedamaian, toleransi, dan keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran Guru Pendidikan Agama Buddha dalam menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual kepada peserta didik melalui pembelajaran yang inspiratif, humanis, dan kontekstual.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari para guru yang hadir. Selain menjadi sarana pembinaan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah penguatan koordinasi dan komunikasi antara pengawas dan guru dalam mendukung pengembangan pendidikan keagamaan Buddha yang berkualitas, moderat, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini diharapkan para Guru Pendidikan Agama Buddha semakin profesional, adaptif, dan mampu meningkatkan mutu pembelajaran keagamaan Buddha di lingkungan pendidikan masing-masing.

