Penyuluh Agama Islam Hadirkan Pelita Hati dan Harapan di RPS Dinsos, Serahkan Bantuan Perlengkapan Salat Warga Binaan

Medan (Humas) — Dalam upaya menghadirkan pembinaan spiritual yang menyentuh langsung masyarakat rentan, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan bersama Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Dinas Sosial Kota Medan menggelar kegiatan penyuluhan dan bimbingan rohani bertajuk “Pelita Hati dan Harapan” bagi warga binaan dan petugas RPS, Senin (11/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di UPT Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Tuntungan Dinas Sosial Kota Medan tersebut diisi dengan tausiyah keagamaan, motivasi spiritual, doa bersama, serta penyerahan bantuan perlengkapan salat kepada warga binaan sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan mental dan rohani.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, di antaranya M. Iqbal, H. Syarifuddin Pasaribu, Herian Sani, Mahmud Hasan Nasution, Naziah Masruroh Sagala, Leo, Mahmud Al-Kautsar Pulungan, dan Wan Nurainun.

Suasana kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Para warga binaan tampak antusias mengikuti rangkaian pembinaan yang menghadirkan pesan-pesan penguatan iman, harapan, dan semangat untuk memperbaiki diri.

Dalam tausiyahnya, Penyuluh Agama Islam, H. Syarifuddin Pasaribu, mengingatkan pentingnya menjaga ibadah salat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus sumber ketenangan hidup.

Dengan penyampaian yang menyentuh dan penuh motivasi, ia mengajak seluruh warga binaan agar tidak menjauh dari Allah dalam kondisi apa pun.

“Kalau kita menjaga salat dan terus mendekat kepada Allah, Insya Allah hati menjadi lebih tenang dan kehidupan juga akan dipermudah. Jangan pernah menjauh dari Allah dalam keadaan apa pun,” ujar H. Syarifuddin Pasaribu di hadapan peserta.

Ia juga menegaskan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik selama masih memiliki niat dan keinginan untuk memperbaiki diri.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam lainnya, M. Iqbal, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan rohani tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan semangat baru dan penguatan mental bagi warga binaan melalui pendekatan spiritual dan keagamaan.

Menurutnya, pembinaan sosial perlu berjalan beriringan dengan pembinaan rohani agar warga binaan mampu membangun optimisme serta kembali percaya diri dalam menjalani kehidupan.

“Melalui bimbingan rohani ini, kami ingin menghadirkan ketenangan hati, menumbuhkan semangat ibadah, serta membangun optimisme warga binaan agar mampu bangkit dan menata masa depan yang lebih baik,” ungkap M. Iqbal.

Selain memberikan tausiyah dan motivasi, para penyuluh juga menyerahkan bantuan perlengkapan salat kepada warga binaan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap pembinaan ibadah di lingkungan RPS.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum diskusi antara penyuluh agama dan pihak UPT RPS terkait rencana penguatan program pembinaan keagamaan secara berkelanjutan. Beberapa program yang direncanakan antara lain peresmian nama masjid di lingkungan RPS, pelaksanaan Salat Jumat perdana, serta launching program pembinaan keagamaan bersama Pemerintah Kota Medan, Kementerian Agama Kota Medan, dan Dinas Sosial Kota Medan.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan keagamaan yang humanis, menyentuh hati, dan memberi harapan bagi masyarakat, khususnya warga binaan di Rumah Perlindungan Sosial Kota Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *