Medan (Humas) Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Medan Sunggal terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemulihan korban penyalahgunaan NAPZA melalui pendekatan spiritual keagamaan. Hal tersebut terlihat saat Penyuluh Agama Islam Drs. H. Fuji, MA dan Paidi, S.Ag melaksanakan bimbingan dan penyuluhan di Pusat Rehabilitasi Korban NAPZA Kiki Alam Jaya yang beralamat di Jalan Seroja Raya/Tanjung Selamat Kota Medan, Senin (18/05/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan penguatan mental dan spiritual kepada para peserta rehabilitasi agar lebih dekat kepada Allah SWT serta memiliki semangat untuk memperbaiki diri.
Dalam penyampaiannya, Paidi memberikan materi tentang pentingnya memperbanyak sholawat dan dzikir dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, dzikir dan sholawat bukan hanya sebagai ibadah, tetapi juga menjadi sarana membersihkan hati dan menenangkan jiwa. Ia mengajak para peserta rehabilitasi agar senantiasa mengingat Allah dalam setiap keadaan sebagai benteng diri dari pengaruh buruk dan godaan yang dapat merusak kehidupan.
“Sholawat dan dzikir harus diamalkan setiap waktu dan setiap saat, karena dengan kekuatan dzikir dan sholawat diri kita akan bersih dari penyakit batin khususnya,” ujar Paidi di hadapan para peserta rehabilitasi. Ia juga menekankan bahwa hati yang dekat dengan Allah akan lebih mudah menerima hidayah dan kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan akibat penyalahgunaan NAPZA.
Sementara itu Fuji menambahkan materi tentang pentingnya doa dalam kehidupan seorang muslim. Ia menjelaskan bahwa doa merupakan senjata orang beriman yang dapat menjadi jalan untuk meraih pertolongan dan kemudahan dari Allah SWT. Dengan penuh harapan, ia mengajak seluruh peserta agar tidak pernah putus asa dan terus memohon kekuatan kepada Allah dalam menjalani proses rehabilitasi.
“Doa adalah senjatanya kaum muslimin. Dengan doa, maka apa yang menjadi niat serta hajat kita akan dikabulkan oleh Allah SWT,” ungkap Fuji. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut dan berharap bimbingan spiritual seperti ini terus dilaksanakan sebagai motivasi untuk menjalani hidup yang lebih baik dan bermakna.
Melalui pendekatan spiritual Islami berupa dzikir, sholawat, dan doa, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal berupaya membantu pemulihan korban NAPZA secara mental dan rohani. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun semangat, ketenangan jiwa, serta harapan baru bagi para peserta rehabilitasi untuk kembali menjalani kehidupan yang positif dan lebih dekat kepada Allah SWT.(Paidi).

