PAI Kemenag Medan Bimbing Praktik Salat Warga Binaan dengan Pendekatan Humanis

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan kembali melaksanakan pembinaan keagamaan bagi warga binaan di Rumah Perlindungan Sosial Dinas Sosial Kota Medan, Senin (18/05/2026) bertepatan dengan 1 Zulqaidah 1447 H. Kegiatan tersebut diisi dengan bimbingan praktik sholat sebagai upaya meningkatkan pemahaman ibadah dan penguatan spiritual warga binaan.

Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Mahmud Hasan Nasution membimbing langsung tata cara pelaksanaan salat yang benar, mulai dari bacaan, gerakan, hingga ketertiban dalam pelaksanaan ibadah. Suasana pembinaan berlangsung hangat dan penuh perhatian, di mana para warga binaan mengikuti praktik salat dengan antusias sambil menerima arahan secara bertahap.

Mahmud Hasan menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan bagi warga binaan membutuhkan kesabaran, ketulusan, dan pendekatan yang humanis agar materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan memberikan dampak positif dalam kehidupan mereka.

“Alhamdulillah, hari ini kami kembali berkesempatan membimbing praktik sholat bagi warga binaan. Ternyata masih banyak hal yang perlu dibenahi, baik dari bacaan maupun gerakan sholat. Namun dengan niat yang ikhlas dan kesabaran, insya Allah apa yang dilakukan akan menjadi amal saleh yang memberi manfaat dan dampak baik bagi umat,” ujarnya.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Syarifuddin Pasaribu menambahkan bahwa kegiatan pembinaan tersebut bukan hanya sekadar mengajarkan tata cara ibadah, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran spiritual dan menghadirkan semangat perubahan dalam diri warga binaan.

“Kami ingin menghadirkan pelayanan keagamaan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk bagi saudara-saudara kita yang sedang menjalani pembinaan sosial. Mereka juga membutuhkan perhatian, motivasi, dan penguatan rohani agar mampu menjalani kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.

Menurutnya, semangat fastabiqul khairaat atau berlomba-lomba dalam kebaikan menjadi motivasi bagi para penyuluh agama untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memberikan pelayanan yang bermanfaat secara langsung.

“Melalui pembinaan seperti ini, kami berharap warga binaan semakin memahami pentingnya ibadah dan memiliki semangat untuk memperbaiki diri. Sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan, jika dijalankan dengan ikhlas, akan memberikan manfaat yang besar,” ungkap Syarifuddin.

Adapun penyuluh agama yang bertugas dalam kegiatan tersebut merupakan tim lintas unsur, yakni M. Iqbal, Heriansani, Syarifuddin Pasaribu, Wan Nur Ainun, Mahmud Alkausari Pulungan, Mahmud Hasan, Nadiah Masruroh, serta Leonhard. Kehadiran tim penyuluh lintas unsur tersebut menjadi bentuk sinergi dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan bimbingan praktik sholat tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pembinaan rohani yang dilakukan Kementerian Agama Kota Medan dalam mendukung pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Dengan pendekatan yang penuh kepedulian dan kebersamaan, para penyuluh agama diharapkan terus mampu menghadirkan pelayanan keagamaan yang memberi manfaat luas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *