Penyuluh Agama KUA Medan Labuhan Bekali Masyarakat Keterampilan Pengurusan Jenazah Sesuai Syariat

Medan (Humas) — Dalam upaya meningkatkan pemahaman keagamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Medan Labuhan menggelar kegiatan bimbingan dan pelatihan Tajhizul Mayit atau pengurusan jenazah di Masjid Jumi Al Habibah, Selasa (19/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias tersebut bertujuan memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis kepada masyarakat mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam. Pelatihan ini dinilai penting sebagai bekal masyarakat dalam menjalankan kewajiban fardu kifayah terhadap sesama muslim.

Acara dipandu langsung oleh Abdul Majid yang juga merupakan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Kota. Dalam pembukaan kegiatan, Ketua Serikat Tolong Menolong (STM) Kaum Bapak turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, pengetahuan tentang pengurusan jenazah merupakan ilmu dasar yang perlu dimiliki umat Islam agar dapat membantu keluarga maupun lingkungan sekitar ketika ada warga yang meninggal dunia.

Materi utama pelatihan disampaikan oleh Sulaiman dengan memadukan teori dan praktik secara langsung di hadapan peserta. Dalam pemaparannya, Sulaiman menjelaskan bahwa mengurus jenazah sesama muslim merupakan kewajiban bersama yang harus dilakukan sesuai tuntunan syariat, mulai dari memandikan, mengkafani, menshalatkan hingga menguburkan jenazah.

“Kewajiban seorang muslim terhadap muslim lainnya tidak hanya terbatas saat masih hidup, tetapi juga meluas ketika yang bersangkutan telah meninggal dunia. Pengurusan jenazah yang dilakukan sesuai ketentuan agama adalah wujud rasa kasih sayang dan penghormatan terakhir kepada sesama saudara seiman,” ujar Sulaiman saat menyampaikan materi.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan masyarakat dalam memahami tata cara pengurusan jenazah agar tidak terjadi kesalahan dalam praktik di lapangan. Menurutnya, pemahaman yang benar akan membantu masyarakat melaksanakan kewajiban agama dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan.

Selain pemaparan materi, peserta juga diajak mempraktikkan langsung tahapan-tahapan teknis pengurusan jenazah. Mulai dari cara menyusun dan menata kain kafan, tata cara memandikan jenazah, hingga perlengkapan yang harus dipersiapkan sebelum proses pemandian dilakukan. Pendekatan praktik tersebut membuat peserta lebih mudah memahami setiap tahapan yang dijelaskan.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh perhatian. Para peserta tampak aktif mengikuti simulasi serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait tata cara pengurusan jenazah yang sering dihadapi di lingkungan masyarakat.

Salah seorang peserta mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan tersebut karena memberikan pengetahuan yang sebelumnya belum pernah dipelajari secara langsung.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain menambah ilmu, kami juga jadi lebih memahami tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar masyarakat semakin siap membantu sesama,” ungkap salah seorang peserta.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran aktif KUA Medan Labuhan dalam mendampingi dan membina masyarakat melalui kegiatan keagamaan yang aplikatif dan menyentuh kebutuhan umat. Selain memperkuat pemahaman agama, pelatihan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian sosial, semangat gotong royong, dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *