Penyuluh Agama Buddha Kemenag Medan Dampingi Pelaksanaan Hening Nusantara di Vihara Bodhi Gaya

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Ari Suryana, turut mendampingi pelaksanaan kegiatan Hening Nusantara Serentak Seluruh Indonesia yang digelar di Vihara Bodhi Gaya dalam rangka menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan Hening Nusantara merupakan gerakan refleksi nasional melalui praktik hening bersama yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dan terhubung secara hybrid dengan pusat kegiatan di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta Pusat.

Pelaksanaan kegiatan di Vihara Bodhi Gaya Medan dihadiri oleh unsur Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Kota Medan, Wanita Buddhis Indonesia (WBI) Sumatera Utara, guru Pendidikan Agama Buddha, para ketua vihara di Kota Medan, serta umat Buddha yang mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat dan ketenangan.

Dalam kegiatan tersebut, Ari Suryana bersama PLO Bimas Buddha Kota Medan bertugas sebagai PIC dan operator Zoom untuk mendukung kelancaran koordinasi teknis serta sinkronisasi pelaksanaan kegiatan secara nasional. Selain memastikan konektivitas Zoom Meeting berjalan optimal, tim juga melakukan pengaturan perangkat audio visual, dokumentasi kegiatan, serta koordinasi teknis pelaksanaan hybrid.

Ari Suryana menyampaikan bahwa kegiatan Hening Nusantara menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran spiritual dan memperkuat nilai-nilai kedamaian di tengah kehidupan masyarakat yang beragam. Ia menilai praktik hening bersama dapat menjadi sarana refleksi diri sekaligus mempererat kebersamaan antarumat.

“Melalui praktik hening bersama, umat diajak membangun ketenangan batin, memperkuat kesadaran diri, serta menumbuhkan nilai cinta kasih dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur umat Buddha dan organisasi keagamaan yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan Hening Nusantara di Kota Medan sehingga kegiatan dapat berjalan tertib, lancar, dan penuh kekhusyukan.

Kegiatan Hening Nusantara juga menjadi sarana mempererat sinergi antara Kementerian Agama, organisasi keagamaan Buddha, serta umat dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis dan penuh toleransi. Dengan semangat kebersamaan tersebut, diharapkan nilai-nilai moderasi, kedamaian, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Kota Medan.

Melalui kegiatan ini, semangat Hari Raya Waisak diharapkan semakin tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap damai, toleran, bijaksana, dan penuh welas asih kepada sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *