Medan (Humas) — Kantor Urusan Agama Kecamatan Medan Amplas terus mendorong penguatan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat melalui berbagai program yang berdampak langsung bagi umat. Salah satu program yang terus digalakkan adalah pembinaan Tahsin Al-Qur’an sebagai bagian dari program “KUA Berdampak” dalam mendukung pelaksanaan Asta Protas yang diinisiasi Menteri Agama Republik Indonesia.
Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, Muhammad Lukman Hakim Hasibuan menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki tanggung jawab besar dalam membina masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
“Pembinaan Al-Qur’an harus terus digerakkan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin dekat dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sebagai implementasi program tersebut, para penyuluh agama Kecamatan Medan Amplas melaksanakan kegiatan Tahsin Al-Qur’an di Masjid Ridho Sobirin, Jalan Garu 8, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Selasa (21/05/2026).
Kegiatan itu diikuti ibu-ibu perwiritan dari berbagai lingkungan di Kecamatan Medan Amplas. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Imaniyah bersama para jamaah yang tampak antusias mengikuti pembinaan bacaan Al-Qur’an.
Adapun penyuluh agama yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Muhammad Salim, Syarto, Sulfia Rahmi, Harun Arrasyid, Nurbaiti, Dewi Anggraini, dan Liza Purba.
Dalam sesi pembinaan, Muhammad Salim mempraktikkan tata cara membaca Surah Al-Fatihah sesuai kaidah tajwid dan makhārijul huruf yang benar. Para peserta kemudian mengikuti praktik bacaan secara bersama-sama sambil mendapatkan koreksi langsung dari para penyuluh agama.
Menurut para penyuluh, kegiatan tahsin bukan sekadar memperbaiki pelafalan ayat Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam.
“Belajar tahsin adalah bagian dari ikhtiar memuliakan Al-Qur’an. Semakin baik bacaan seseorang, maka semakin baik pula upaya menjaga kesucian kalam Allah SWT,” ungkap salah seorang penyuluh saat memberikan pembinaan.
Kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat dan interaktif. Para peserta tampak aktif berdiskusi mengenai berbagai kesalahan umum dalam membaca Al-Qur’an serta bersemangat memperbaiki bacaan mereka secara bertahap.
Selain pembinaan teknis bacaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antarjamaah dan memperkuat semangat belajar agama di lingkungan masyarakat.
Melalui program Tahsin Al-Qur’an tersebut, KUA Kecamatan Medan Amplas berharap masyarakat, khususnya kaum ibu, semakin termotivasi untuk terus belajar dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an sehingga tercipta generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, berakhlak mulia, dan memiliki kehidupan beragama yang lebih baik.

