Medan (Humas) — Kantor Urusan Agama Kecamatan Medan Amplas terus memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang berkelanjutan. Kepala KUA Medan Amplas, Muhammad Lukman Hakim Hasibuan mengarahkan seluruh penyuluh agama Islam agar aktif hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pembinaan yang berdampak positif dalam membentuk karakter dan akhlak umat.
Menurutnya, penyuluh agama memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang mampu memperkuat moral dan kehidupan sosial masyarakat.
“Penyuluh agama harus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pembinaan, memperkuat akhlak, serta membimbing umat menuju kehidupan yang lebih baik sesuai tuntunan Islam,” ujarnya.
Sebagai implementasi dari arahan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas, Nurbaiti Lubis melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan (BIMLUH) di Majelis Taklim Kaum Ibu Al-Ikhlas, Jalan Bajak II, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Selasa (12/05/2026).
Dalam tausyiahnya, Nurbaiti Lubis menyampaikan materi bertema “Pentingnya Karakter Mulia Seorang Wanita sebagai Pilar Sebuah Bangsa.” Materi tersebut menekankan bahwa wanita memiliki peran penting dalam membangun keluarga dan masyarakat karena wanita merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya.
Ia menjelaskan bahwa karakter mulia yang tertanam dalam diri seorang muslimah menjadi cerminan keindahan batin yang memancarkan kemuliaan dan kehormatan di tengah kehidupan masyarakat.
“Karakter mulia seorang wanita akan melindungi dan mengangkat derajatnya. Wanita yang memiliki akhlak baik akan menjadi tiang negara dan madrasah pertama bagi generasi penerus bangsa,” jelasnya di hadapan jamaah.
Dalam penyampaiannya, Nurbaiti juga memaparkan beberapa pilar penting akhlak muslimah dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya rasa malu (haya’), menjaga lisan dan ucapan, berpakaian sesuai syariat, serta memiliki sikap tawadhu dan lembut hati.
Menurutnya, rasa malu merupakan mahkota terbesar bagi seorang wanita karena dapat menjaga kehormatan dan kesucian diri dari perbuatan yang tidak sesuai syariat.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan dengan berbicara sopan, santun, dan menghindari perkataan yang dapat menimbulkan fitnah maupun menyakiti orang lain.
“Akhlak yang baik menjadi cerminan keimanan seorang muslimah. Karena itu, umat Islam harus terus berupaya memperbaiki diri dan menjaga perilaku dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Ia juga mengajak jamaah untuk menjadikan pakaian syar’i bukan hanya sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai perlindungan dan simbol kehormatan seorang wanita muslimah.
Kegiatan BIMLUH tersebut dihadiri pengurus dan puluhan jamaah Majelis Taklim Al-Ikhlas yang tampak antusias mengikuti penyampaian materi hingga selesai. Para peserta menyimak tausyiah dengan penuh perhatian dan berharap kegiatan pembinaan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin.
Melalui kegiatan penyuluhan agama yang berkesinambungan, KUA Medan Amplas berharap masyarakat semakin memahami pentingnya membangun akhlak mulia dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membentuk generasi yang berkarakter, beriman, dan berakhlakul karimah.

