Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal Sampaikan Pesan Paus Fransiskus Kepada Orang Sakit

Medan ( Humas) Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal dan Penyuluh Agama Kristen Kankemenag Kota Medan, melaksanakan kegiatan pelayanan rohani di RS Santa Elisabeth Medan, JL. H. Misbah, No. 7 Medan, mulai pukul 10.30 hingga 12.00 WIB. Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan penguatan iman dan penghiburan kepada para pasien melalui pesan kasih, pengharapan, dan kepedulian sebagaimana diajarkan oleh Paus Fransiskus kepada orang-orang sakit dan mereka yang sedang menderita.

Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, yakni Roni Antonius Sitanggang, Demaran Sigiro, dan Zetra Hail Saragih, bersama Penyuluh Agama Kristen Otomasi Zebua, Darminta Berutu, dan Sadar Harefa hadir secara langsung menyapa pasien serta keluarga yang sedang mendampingi. Kehadiran para penyuluh diharapkan mampu memberikan semangat dan dukungan moral bagi para pasien agar tetap kuat menghadapi masa perawatan.

Pada penyampaian materi rohani, para penyuluh menekankan pesan Paus Fransiskus bahwa orang sakit tidak pernah sendirian dalam penderitaan mereka. Paus Fransiskus mengajak seluruh umat untuk melihat orang sakit sebagai pribadi yang harus dihormati, dicintai, dan ditemani dengan penuh kasih. Melalui perhatian dan doa bersama, para pasien diajak untuk tetap memiliki harapan dan keyakinan akan penyertaan Tuhan dalam kehidupan mereka.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para pasien terlihat antusias mengikuti doa bersama dan mendengarkan pesan-pesan penguatan yang disampaikan. Selain memberikan motivasi rohani, para penyuluh juga mengajak keluarga pasien untuk terus memberikan perhatian dan kasih sayang sebagai bagian penting dalam proses penyembuhan.

Seluruh rangkaian kegiatan turut didampingi oleh Boris Gultom selaku admin publikasi Bimas Katolik. Kehadiran para penyuluh lintas agama ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial dan pelayanan kemanusiaan yang membawa pesan damai, persaudaraan, serta pengharapan bagi sesama, khususnya bagi mereka yang sedang mengalami sakit dan penderitaan.(RAS/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *