Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Medan Sunggal, Sindar Purba, bersama Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Perjuangan, Drammes Lumbantobing, melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan rohani rutin di RSJ Bina Karsa yang beralamat di Jalan Pales III No. 19, Simpang Selayang, Kota Medan, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan penguatan iman dengan mengangkat tema “Senantiasa Bertekun Dalam Doa” yang diambil dari firman Tuhan dalam Kolose 4:2. Melalui tema tersebut, peserta diajak untuk tetap setia membangun kehidupan doa di tengah berbagai pergumulan hidup.
Dalam penyampaiannya, Sindar Purba menyatakan bahwa doa adalah sarana komunikasi yang sangat penting untuk membangun relasi atau persekutuan pribadi dengan Allah. Doa bukan sekadar rutinitas atau mantra, melainkan wujud pengenalan, penyerahan diri, dan ungkapan iman kepada Tuhan yang penuh kasih, ujar Sindar Purba.
Sementara Drammes Lumbantobing, Penyuluh Agama Kristen dari KUA Medan Perjuangan, menegaskan bahwa doa merupakan kekuatan rohani yang memberi pengharapan, ketenangan, serta pemulihan batin bagi setiap orang. Ia juga mengajak para pasien dan seluruh peserta untuk terus mendekatkan diri kepada Tuhan serta percaya akan kasih dan penyertaan-Nya.
“Rajin berkomunikasi dengan Tuhan melalui doa dan ucapan syukur akan membawa hati kepada damai sejahtera, sehingga pemulihan oleh kasih Tuhan menjadi nyata dalam kehidupan,” ujarnya.
Kegiatan bimbingan rohani ini disambut dengan antusias oleh para peserta dan pihak rumah sakit. Selain penyampaian firman Tuhan, kegiatan juga diisi dengan doa bersama dan penguatan iman bagi pasien maupun keluarga yang hadir.
Selain memberikan penguatan rohani, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi pasien untuk berbagi pengalaman dan saling mendukung satu sama lain. Kehadiran penyuluh agama menjadi motivasi tambahan agar pasien tetap optimis dalam menghadapi proses pemulihan.
Pihak rumah sakit menyampaikan apresiasi atas program bimbingan rohani ini karena selain mendukung kesembuhan secara medis, kegiatan tersebut juga membangun kesehatan mental dan spiritual pasien. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga pasien selalu merasakan kasih dan penyertaan Tuhan dalam setiap tahap pemulihan mereka.(Paidi).

