Medan (Humas) — Sebagai bentuk pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan spiritual masyarakat, Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan kegiatan penyuluhan dan bimbingan rohani di Rumah Sakit Royal Prima, Jumat (22/05/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah jajaran Bimas Kristen Kementerian Agama Kota Medan guna memberikan penguatan iman, motivasi, serta dukungan moral kepada pasien dan keluarga yang tengah menjalani perawatan.
Pelaksanaan bimbingan rohani berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan tersebut, para petugas memberikan penguatan spiritual, doa bersama, serta pesan-pesan penghiburan sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
Salah satu Penyuluh Agama Kristen yang bertugas, Rudi Nainggolan mengatakan bahwa pelayanan rohani menjadi bagian penting dalam membantu memberikan ketenangan batin bagi pasien dan keluarga.
“Melalui penyuluhan dan bimbingan rohani ini, kami ingin menghadirkan semangat, pengharapan, dan penguatan iman bagi pasien maupun keluarga yang sedang menghadapi masa sulit. Kehadiran rohaniwan di tengah masyarakat menjadi bentuk pelayanan kasih yang nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelayanan spiritual tidak hanya sebatas penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana membangun kepedulian dan empati kepada sesama.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga masyarakat merasakan bahwa negara hadir melalui pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan batin mereka,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Remulus Situmeang menegaskan bahwa kegiatan bimbingan rohani di rumah sakit merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis dan berdampak bagi masyarakat.
“Pendampingan spiritual memiliki peran penting dalam memberikan ketenangan, penguatan mental, dan semangat bagi pasien selama menjalani proses pengobatan. Kehadiran kami di sini diharapkan dapat menjadi penghiburan dan membawa sukacita bagi mereka,” ungkapnya.
Menurutnya, pelayanan keagamaan harus mampu hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam situasi duka maupun masa pemulihan kesehatan.
“Bimbingan rohani menjadi bentuk kepedulian bersama agar masyarakat tidak merasa sendiri dalam menghadapi cobaan. Nilai kasih, perhatian, dan kebersamaan harus terus ditumbuhkan melalui pelayanan seperti ini,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan penyampaian pesan-pesan penguatan rohani kepada pasien serta keluarga yang hadir. Melalui kegiatan tersebut, Bimas Kristen Kementerian Agama Kota Medan berharap pelayanan keagamaan dapat terus memberikan manfaat dan menghadirkan semangat kemanusiaan di tengah masyarakat.

