Penyuluh Katolik Kemenag Medan Berikan Katekese “Maria Bunda Allah” di Lingkungan St. Antonius Padua

Medan (Humas) Penyuluh Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Hekdi Jojada Sinaga, S.Fil., memberikan katekese bertema “Maria Bunda Allah” kepada umat Lingkungan St. Antonius Padua Paroki Katedral Medan, Kamis (21/05/2026). Kegiatan yang berlangsung di Komplek Pamen, Jalan Gaperta 8 tersebut diikuti umat dengan penuh antusias dan suasana penuh kekhidmatan.

Dalam katekese tersebut, Hekdi menjelaskan bahwa gelar “Maria Bunda Allah” merupakan ajaran resmi Gereja Katolik yang menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Karena Maria melahirkan Yesus, maka Gereja menyebut Maria sebagai Bunda Allah atau Theotokos, yang berarti “Dia yang melahirkan Allah”. Gelar ini bukan berarti Maria lebih dahulu ada daripada Allah, melainkan menegaskan identitas Yesus Kristus sebagai Putra Allah yang menjadi manusia.

Ia juga menerangkan bahwa ajaran tersebut telah ditegaskan oleh Gereja sejak Konsili Efesus pada tahun 431. Melalui pengakuan iman itu, Gereja mempertahankan keyakinan bahwa Yesus adalah satu pribadi ilahi, sehingga Maria layak disebut Bunda Allah karena melahirkan Yesus Kristus yang adalah Tuhan sendiri. Penjelasan tersebut disampaikan agar umat semakin memahami ajaran iman Katolik secara benar dan mendalam.

Katekese berlangsung secara interaktif dengan dialog dan pendalaman iman bersama umat lingkungan. Umat tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan serta mengajukan berbagai pertanyaan seputar devosi kepada Bunda Maria dan perannya dalam kehidupan Gereja. Suasana penuh keakraban semakin menambah semangat umat dalam mengikuti pembinaan iman tersebut.

Selain memberikan pemahaman ajaran Gereja, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan rohani bagi umat agar semakin meneladani sikap Bunda Maria yang rendah hati, taat, dan setia kepada kehendak Allah. Kehadiran penyuluh agama di tengah umat diharapkan mampu mempererat kebersamaan dan meningkatkan kehidupan menggereja di lingkungan Paroki Katedral Medan.

“Hendaknya umat meneladani iman, kesederhanaan, dan ketaatan Bunda Maria dalam kehidupan sehari-hari agar semakin dekat dengan Allah dan sesama,” ujar Hekdi Jojada Sinaga, S.Fil. singkat dalam katekese tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *